KERINDUAN BERADA DI RUMAH-NYA
29 December 2024
Minggu, 29 Desember 2024
1 Samuel 1:20-22.24-28
Mazmur 84:2-3.5-6.9-10
1 Yoh 3:1-2.21-24
Lukas 2:41-52
“Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” --- Lukas 2:49
SETIAP TAHUN Yusuf, Maria, dan Yesus pergi ke Yerusalem. Mereka ke Yerusalem untuk merayakan Paskah yaitu perayaan yang diwajibkan oleh hukum taurat. Paskah di sini yaitu perayaan bebasnya bangsa Israel dari perbudakan Mesir.
Merayakan Paskah di Yerusalem cukup berat selain karena perjalanan yang jauh. Jarak Nazaret-Yerusalem sekitar 146 km. Juga mereka harus tinggal 8 hari di Yerusalem, 1 hari untuk merayakan Paskah, di mana mereka menyembelih domba paskah dan 7 hari lamanya merayakan hari raya roti tak beragi.
Saat itu Yesus berumur 12 tahun diajak oleh orang tuanya pergi ke Yerusalem. Mengapa pada usia 12 tahun? Karena dalam adat Yahudi seorang anak laki-laki menjadi seorang "laki-laki" pada saat berusia 12 tahun. Ia menjadi BAR MITSWAH yang artinya putra hukum taurat. Di kalangan orang Yahudi adalah pesta terbesar bagi anak-anak tsb. Setelah mengikuti upacara ini, maka anak ini sudah dapat ikut secara penuh dalam perayaan paskah. Yusuf dan Maria selaku orang tua mendidik dan menyerahkan Yesus kepada Tuhan dan mengikuti hukum taurat merayakan Paskah.
Yesus tetap tinggal di Yerusalem tanpa diketahui orang tuanya. Di saat orang Yahudi ramai-ramai pulang ke Nazaret, Yusuf dan Maria belum tahu Yesus tidak ikut dalam rombongan tsb. Setelah berjalan seharian lamanya barulah mereka menyadari Yesus tidak bersama mereka. Sebagai orang tua tentu mereka cemas memikirkan di mana keberadaan Yesus. Maka Yusuf dan Maria kembali lagi ke Yerusalem. Jalan kaki tidak naik motor atau kereta, bukan main capeknya mereka. Karena belum ada kendaraan saat itu. Berapa hari mereka menemukan Yesus? Ya 3 hari barulah mereka menemukan Yesus. Bayangkan jika kita sebagai orang tua kehilangan anak pasti ada rasa gelisah, khawatir, dan mungkin juga ada rasa jengkel, tidak bisa makan karena memikirkan di mana ya anaknya saat itu. Mereka mencari terus di setiap tempat di kota Yerusalem.
Di sini kita melihat dalam menghadapi masalah ini Yusuf dan Maria tidak saling menyalahkan. Tetapi sama-sama menghadapinya dan mencari tindakan apa yang baik dilakukan. Dan keputusannya mereka kembali ke Yerusalem untuk mencari Yesus. Mereka tidak putus asa selama 3 hari itu terus berjalan dan mencari. Mereka melakukan tugas sebagai orang tua dengan bertanggung jawab. Yusuf dan Maria menemukan Yesus sedang berada di Bait Allah. Mereka mendapatinya sedang duduk di tengah-tengah alim ulama. Bayangkan Yesus yang berumur 12 tahun, kalau sekarang berarti kelas 6 SD berada di antara orang-orang dewasa yang ahli kitab suci. Yesus mengajukan pertanyaan kepada mereka. Yesus bertanya bukan karena tidak mengerti tetapi Yesus bertanya jawab. Dan jawaban Yesus cerdas. Di sini kita melihat kerinduan Yesus yang ingin memberitahukan kebenaran Firman Allah. Yusuf dan Maria yang sudah masuk ke dalam bait allah tercengang melihat Yesus yang mereka asuh dapat bertanya jawab dengan para ahli taurat. Mungkin yang dibahas itu merekapun tidak mengerti. Lalu mereka menghampiri Yesus dan Maria bertanya pada Yesus, "Nak, mengapa Engkau berbuat demikian kepada kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau." (ayat 48) Perkataan Maria ini wajar karena sebagai seorang ibu, saat itu dalam keadaan lelah karena mencari Yesus sampai ke seluruh pelosok Yerusalem. Dan Yesus tidak terlihat mencari orang tua-Nya. Karena ketika melihat orang tuanya Yesus menjawab, "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di rumah BapaKu?" (ayat 49) Mendengar reaksi dan jawaban Yesus, orang tuanya terkejut dan tak menyangka jawaban Yesus demikian. Mereka menyimpannya di dalam hati.
Mari kita lihat dari sisi Yesus.
Kalimat di atas merupakan perkataan Yesus yang pertama dalam Injil Lukas. Juga ada kata kata "harus". Yesus berada di bawah perintah Bapa-Nya di surga dan bukan perintah ayah ibu-Nya di bumi, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan Bapa. Yesus yang berada di Yerusalem mencari bait Allah yang merupakan rumah Bapa-Nya. Kepatuhan dan pengabdian Sang Anak kepada Bapa-Nya. Di sini Yesus menyatakan diri-Nya serta kesadaran akan perutusan-Nya. Sebagai Putra Allah Yesus butuh berada di rumahNya sendiri. Kemudian mereka pulang bersama-sama ke Nazaret dan hidup dalam asuhan orangtuanya. Yesus yang adalah Putra Allah menjalani hidup patuh dan taat pada orang tuanya, karena Ia tahu saatnya belum tiba. 18 tahun Yesus menunggu untuk mulai berkarya.
Berikut saya ingin berbagi bagaimana kerinduan saya mengikuti misa harian. Awalnya suami saya punya kerinduan untuk mengikuti misa harian di sore hari. Ia pun mengajak saya. Saya tidak terlalu menanggapi karena saya selesai mengajar pk 6.00 sore bahkan kadang sampai pk 6.00 lewat. Sedangkan misa mulai pk 6.30. Tetapi saya teringat masa-masa saya dulu sebelum menikah. Saya begitu menikmati perjumpaan dengan Yesus pada misa harian dan bahkan selalu menyanyi-nyanyi kecil sambil menaiki sepeda ke gereja. Saya pikir dulu bisa sekarang pasti bisa juga. Saya bilang sama Tuhan, Tuhan tolong aturkan waktu, saya mau datang setiap hari ke rumah-Mu Tuhan. Sampai saat ini semua berjalan baik. Apalagi rumah kami ke gereja sangat dekat. Tuhan aturkan dengan baik. Jika ada anak terlambat dijemput, pas waktunya kami bisa sampai ke gereja.
Kerinduan berada di rumah Tuhan, mengalami suasana hening, perjumpaan dengan Tuhan adalah hal yang tak ternilai dan tak tergantikan dengan apapun di dunia. (Lusia S)
DOA: "Ya Tuhan terima.kasih atas segala kebaikan-Mu dan penyertaan-Mu dalam.hidupku. Pada Pesta Keluarga Kudus ini kami mau meneladani kehidupan Yesus, Yusuf, dan Maria yang selalu sabar dan bertanggung jawab sebagai orang tua. Kami juga rindu untuk selalu datang di rumah-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, Amin.”
JANJI: ”Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya Tuhan semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!” - Mazmur 84:4
PUJIAN: Santo Thomas a Becket juga dikenal sebagai Thomas Beckett dan Thomas of Canterbury. Santo Thomas Becket adalah seorang martir yang lahir pada tanggal 21 Desember 1118 di London, Inggris. Ia memiliki keturunan Norman dan mendapat pendidikan di Merton Priory, Universitas Paris, Bologna, Italia, dan Auxerre, Prancis. Santo Thomas pernah menjadi seorang tentara dan perwira, hingga akhirnya diangkat menjadi Uskup Agung Canterbury pada tanggal 3 Juni 1162.
Santo Tomás Becket de Canterbury | InfoVaticana (sumber: infovaticana). Sebelumnya, ia merupakan sahabat Raja Henry II dan bahkan menjabat sebagai Kanselir Inggris. Salah satu poin penting dalam kehidupan Santo Thomas Becket adalah ketika ia menentang campur tangan Raja dalam urusan gerejawi. Hal ini menyebabkan pengasingannya berkali-kali dan akhirnya pembunuhannya oleh pendukung Raja. Santo Thomas Becket meninggal sebagai seorang martir pada tanggal 29 Desember 1170 di Katedral Canterbury, Inggris.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)