MENGAMBIL PERAN DALAM TUGAS PERUTUSAN

30 December 2024

Senin, 30 Desember 2024

1 Yohanes 2:12-17

Mazmur 96:7-8a.8b-9.10

Lukas 2:36-40


“Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.” --- Lukas 2:40


KELAHIRAN BARU seseorang ditandai oleh rohnya yang mengalami kebaruan di dalam Kristus Yesus. Sebab oleh iman yang aktif, seseorang dituntun pada jalan solutif yang memberikan ketenangan, kekuatan dan harapan saat menjumpai aneka hambatan dan kesulitan. Hal itu seiring dengan kestabilan gaya kuda-kuda kedua kaki seorang yang memiliki iman meski sebesar biji sawi, hingga ada  perilaku yang dominan untuk mengarahkan kebatinan pada tangan dan hati yang terbuka akan Allah Bapa.

Dengan demikian fakta tentang jiwa yang banyak dipenuhi oleh memori luka-luka batin dan beratnya beban kehidupan akan diimbangi oleh ungkapan syukur yang keluar dari mulut dan hati setelah proses pengendapan ayat-ayat emas dari Sabda-Nya yang dicecap dan dimaknai sebagai urapan Tuhan yang datangnya dari atas.

Seperti Hana, selalu memupuk harapannya untuk bertemu dengan Sang Mesias yang ia nantikan. Ia menerapkan pola disiplin dalam dirinya lewat latihan kerohanian dengan berpuasa dan berdoa yang lebih intens dan berbobot. Praktik menyangkal diri untuk bisa mengikuti Yesus dialasi oleh sikap menyongsong berkat agar dirinya lebih pantas dan diakhiri dengan siap mati dalam kelegaan yang ditandai damai sejahtera dalam dirinya setelah berjumpa dengan Bayi Yesus. 

Pertanyaan refleksi bagi kita, apakah kita sudah belajar untuk bertindak dan peduli pada saudara-saudari yang lemah dan miskin? Jawaban dari tugas perutusan kita masing-masing dijawab secara pribadi dalam perjuangan untuk bertumbuh dan berkembang secara rohani. Tindak lanjutnya ditandai dengan kasih karunia Tuhan yang dicurahkan pada kita supaya kita mampu menghadapi setiap hambatan dan halangan. Dengan demikian perwujudan sikap iman yang aktif hanyalah tertuju pada pengharapan akan Tuhan Yesus, Sang Juru Selamat yang didampingi oleh Ibu Tuhan yang peranannya juga sangat strategis, terutama lewat mukjizat perdana yang Yesus lakukan.

Dengan demikian teladan Bunda Maria, sangat menarik dan membimbing setiap kita untuk menjadi abdinya, dengan terus menunjukkan bahwa menghadirkan Kristus terutama di dalam keluarga menjadi dasar pijakan untuk pergi melangkahkan kaki dan melayani sesama. (Bonaventura Hermawan)

 

DOA: ”Allah Bapa yang bertahta dalam Kerajaan Surga, mampukanlah kami untuk tegar dalam menjalankan tugas dan perutusan dari-Mu dimanapun kami berpijak. Dan tuntunlah kami untuk membuka tangan dan hati kami, sehingga Engkau, kirimkan kesempatan yang tepat dengan orang-orang pilihan-Mu, yang Engkau sediakan bagi kami. Sebab Engkaulah, Raja Semesta Alam, kini dan sepanjang masa, Amin.”

JANJI: "Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!" - Mazmur 96:9

PUJIAN: Santo Sabinus, Uskup dan Martir. Sabinus adalah uskup kota Asisi. Bersama beberapa orang imamnya, ia ditangkap dan dipenjarakan di kala Kaisar Diokletianus dan Maksimianus melancarkan penganiayaan terhadap umat Kristen pada tahun 303. Pengadilan atas diri Sabinus bersama imam-imamnya dan seluruh umatnya ditangani langsung oleh Gubernur Venustian di kota Umbria. Mengikuti kebiasaan yang berlaku pada setiap pengadilan terhadap orang-orang Kristen, Venustian memerintahkan Sabinus bersama imam-imam dan seluruh umatnya menyembah sujud patung dewa Yupiter, dewa tertinggi bangsa Romawi. Mereka harus menyembah Yupiter karena Yupiterlah yang menurunkan hujan dan memberikan cahaya matahari kepada manusia, terutama karena Yupiter adalah pembela ulung kekuasaan Romawi di seluruh dunia. Mendengar perintah sang Gubernur Venustian, Sabinus tampil ke depan seolah-olah hendak menyembah patung dewa Yupiter. Ia menyentuh patung itu dengan jarinya dan patung itu sekonyong-konyong hancur berkeping-keping dan berserakan di atas tanah. Semua orang yang hadir di situ tercengang keheranan. Melihat keajaiban itu, Venustian marah dan segera memerintahkan agar tangan Sabinus dipotong. Sementara itu imam-imamnya disiksa hingga mati. Para serdadu yang diperintahkan memotong tangan Sabinus menggiring Sabinus ke hadapan Venustian untuk dihukum. Ketika berada di hadapan Venustian, Sabinus tergerak hatinya oleh belaskasihan atas Venustian yang sudah lama menderita penyakit mata yang membahayakan. Ia berdoa kepada Yesus lalu menyentuh mata Venustian. Seketika itu juga sembuhlah mata Venustian. Mengalami kebaikan hati Sabinus, Venustian terharu dan melepaskan Sabinus. Ia sendiri pun kemudian bertobat dan minta dipermandikan. Tak lama kemudian Venustian yang sudah menjadi Kristen itu ditangkap dan dipenggal kepalanya oleh kaki tangan gubernur Asisi yang baru. Hal yang sama dilakukan pula atas diri Uskup Sabinus.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.