ADA MUJIZAT DALAM IMAN YANG KUAT
08 November 2021
Senin, 8 November 2021
Kebijaksanaan 1:1-7
Mazmur 139:1b-3, 4-6, 7-8, 9-10
Lukas 17:1-6
"Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu." -- Lukas 17:6
PADA SUATU kesempatan, Yesus menyampaikan berbagai nasihat kepada murid-murid-Nya. Salah satunya adalah mengenai iman. Yesus berkata bahwa jika mereka mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, maka mereka dapat mengatakan kepada pohon ara agar terbantun dan tertanam di dalam laut. Untuk pemahaman manusia tentu saja hal itu mustahil.
Iman kita maknai tidak dalam bentuk kuantitas, ujud yang dapat diukur, tetapi dalam makna kualitas. Orang tak akan berkata bahwa iman itu sebesar padas di bukit, sebab padas betapapun besarnya adalah benda mati, tak bertambah besar, tak bisa tumbuh. Ia tetap seperti apa adanya.
Sebaliknya ‘biji sesawi’, meski kecil ujudnya, tetapi lengkap . Ada hidup di dalamnya. Bila kita jatuhkan ke tanah, ia akan tumbuh. Meski sekecil apapun biji sesawi itu tetapi di dalamnya telah terkandung unsur kehidupan yang utuh, yang memungkinkan itu tumbuh berkembang dan membesar menjadi semacam semak belukar.
Janganlah kita meremehkan iman kita sekecil apapun, yang tertanam dalam hati kita. Iman merupakan pemberian Allah karena kasih karunia-Nya kepada kita. Kita percaya bahwa segala sesuatu yang kita harapkan dapat terjadi bila diyakini dengan iman yang kuat dan tentu saja sesuai dengan kehendak Tuhan.
Tuhan menabur benih di tahan hati kita yang subur. Tanah yang subur adalah tanah yang memberi sari makanan bagi biji yang mulai tumbuh. Dalam hidup rohani , pupuk dan sari makanan, berupa Sabda Allah, yang kita baca, renungkan dan kita gigit-gigit dan kunyah-kunyah, sehingga menjadi sari pati yang lembut yang dapat diserap dan memberi daya tumbuh iman kita. Demikianlah pula seringnya merayakan dan menyambut sakramen-sakramen merupakan pupuk yang menyuburkan benih iman yang kecil, apalagi doa-doa pribadi sebagai ujud relasi akrab dengan Tuhan sendiri. Juga perbuatan-perbuatan kasih kepada sesama yang membuhkan pertolongan.
Itu semua membuat biji iman yang kecil menjadi tumbuh berkembang dan menjadi pohon yang kokoh kuat perkasa. Iman yang kuat perkasa memampukan kita menjadi pribadi yang tangguh, terbuka dan dewasa, yang memampukan mengatasi persoalan-persoalan hidup yang kita hadapi. Entah itu masalah keluarga, relasi dengan sesama kita baik di antara tetangga maupun dengan sesama di tempat kerja, masalah ekonomi yang melilit kita.
Bagaimana dengan Anda? Apakah iman anugerah Tuhan itu kita rawat agar tumbuh berkembang dan menjadi kokoh kuat? Percayalah anda akan bisa dengan tabah menghadapi masalah keuangan, sosial, keluarga dan lain-lain dan dimampukan untuk memperoleh jalan keluar dan mengatasinya? Mari hadapi semua persoalan itu dengan iman yang kuat. Pegang janji Tuhan dalam Lukas 17:6. (Lana Pelupessy)
DOA: Tuhan Yesus, aku bersyukur punya Allah yang setia dan tak pernah ingkar janji. Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku. Amin.
JANJI: “..hendaklah pikiranmu tertuju kepada Tuhan dengan tulus ikhlas, dan carilah Dia dengan tulus hati!” Kebijaksanaan 1:1
PUJIAN: Dalam suatu Kebangunan Rohani Katolik (KRK)), seorang ibu mendapat mujizat kesembuhan. Kakinya yang sakit dapat berjalan kembali tanpa bantuan kursi roda. Imannya yang kuat dan kehendak Tuhan jualah yang mendatangkan kesembuhan bagi dirinya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ