AKHITNYA KITA BISA BERSYUKUR
29 November 2018
Kamis, 29 November 2018
Wahyu 18:1-2,21-23; 19:1-3,9a
Mazmur 100:2-5
Lukas 21:20-28
“Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah keruntuhannya sudah dekat.” --- Lukas 21:20
YESUS MENGATAKAN bahwa Yerusalem akan dihancurkan. Karena Yerusalem itu kota secara khusus dipilih oleh Allah dalam rangka rencana keselamatan Allah, jelas nubuat Yerusalem itu bukanlah nubuat yang tepat, atau malahan hal itu tak mungkin. Tetapi tak kurang dari 40 tahun kemudian, benar, Yerusalem mengalami kehancuran sebagaimana dinubuatkan oleh Yesus.
Dalam Kitab Wahyu, Yohanes -- si penulis -- menubuatkan Kerajaan Roma dilambangkan dengan Babilon, akan jatuh (Why 18:2). Kerajaan Roma terhitung sebagai Kerajaan yang tetap stabil. Yesus bersabda bahwa dunia akan hancur dan berlalu (Luk 21:26,33; 2 Ptr 3:7). Apa yang dikatakan tentang Yerusalem benar-benar terjadi. Dan Yesus benar juga akan sabda-Nya tentang akhir dunia ini. Tak hanya kota-kota, pemerintahan dan planit bumi ini dalam proses hancur lebur, tetapi juga kita-kita ini akan ikut hancur (2 Kor 4:16). Dan tanggapan kita akan realitas ini, janganlah penyangkalan- ah itu tak akan terjadi – atau menjadi bingung dan putus asa, tetapi kita mengucap syukur. Seperti sebiji gandum atau padi yang jatuh ke tanah agar tumbuh berkembang dan berbuah lebat (Yoh 12:24), kitapun harus mati dalam Kristus, dan bangkit kembali beserta-Nya (2 Tim 2:11). Bersyukur kepada Allah dunia ini akan berlalu dan kita-kita hancur menjadi tanah. Terima kasih kepada Allah, sebab ada sesuatu yang jauh lebih agung dari pada hidup di dunia ini. Kita bersyukur kepada Allah akan berakhirnya hidup di dunia ini, yang membuka suatu awal hidup yang baru. Terima kasih ya Allah!
Doa: Bapa, berkenalah membuat aku semakin bersyukur kepada-Mu, sebab setiap hari kita melangklah pasti menuju kematian dan menuju rumah Bapa.
Janji: “Bersorak sorailah bagai Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah kepada-Nya dengan sorak sorai!” --- Mazmur 100:1-2
Pujian: Darsono lama sakit. Pernah studi di sekolah Katolik dan teman-temannya semua Katolik. Karena sakitnya semakin berat, beberapa minggu sebelum menghadap Tuhan, Darsono meminta dipermandikan secara Katolik.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ