AKU DIBERKATI
13 March 2022
Minggu, 13 Maret 2022
Minggu Pra-Paskah II
Kejadian 15:5-12.17-18
Mazmur 27:1.7-8.9 abc.13-14
Filipi 3:17-4:1
Lukas 9:28b-36
“Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan." --- Lukas 9:29
SERING KALI kita meminta dukungan doa dari anggota keluarga ataupun sahabat kita. Ada rasa tenang dan damai di hati kita, ketika kita merasa didoakan oleh seseorang. Berada di sebuah tempat di mana kita bisa berdoa bersama-sama dengan saudara seiman juga merupakan sesuatu yang memberikan damai sejahtera di hati.
Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Petrus, Yohanes, dan Yakobus ketika terbangun dari tidurnya di suatu malam, mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya. Juga terlihat Musa dan Elia yang juga menampakkan diri dalam kemuliaan sedang bercakap-cakap dengan Yesus. Peristiwa ini begitu mengesan pada diri para murid sehingga hal ini ditulis juga oleh Markus (9:2-13) dan Matius (17:1-13).
Perasaan takjub, damai, dan bahagia, terbaca jelas dalam berita kemuliaan Yesus , “Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa, dan satu untuk Elia” (Luk 9:33b). Sukacita Petrus dan teman-temannya ini meneguhkan kita bahwa berada dekat dengan orang-orang yang mendoakan kita membuat kita merasakan damai yang tidak bisa kita peroleh dari apapun juga.
Di malam itupun, Bapa memperkenankan ketiga murid Yesus tersebut untuk melihat dan mendengar suatu kuasa dan kebesaran Bapa dalam mengasihi Yesus, Putra-Nya: “Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia” (Luk 9:35).
Yesus selalu membangun komunikasi dengan Bapa-Nya. Selelah apapun, secapai apapun, Yesus menyediakan waktu yang khusus untuk berdoa. Peristiwa Yesus dimuliakan di atas gunung ini mengajak kita :
- Untuk selalu mencari dan menyediakan waktu guna membangun komunikasi dan relasi dengan Allah dalam doa. Betapapun penat badan kita setelah bekerja seturut profesi kita dan setelah pelayanan kita, kita usahakan berkomunikasi dengan-Nya.
- Sebagai pengikut Kristus, kita diminta Allah Bapa, agar kita ‘mendengarkan Yesus Kristus, Putera Bapa’: Apa yang dikatakan, diajarkan oleh Yesus dan apa yang diperbuat oleh Yesus yang ter-rekam dan tertuang dalam Kitab Perjanjian Baru, khususnya Injil. Kita juga selayaknya mendengar Ajaran Gereja yang didirikan oleh Kristus sendiri di atas batu karang (Mat 16:18), mengenai hal-hal yang kita hadapi di zaman modern ini, di zaman digital ini.
- Kita bangga akan Yesus sang Guru sejati, sebab Dia bukan sembarang guru, tetapi Dia dinyatakan benar-benar sebagai Anak Allah Bapa, yang memiliki relasi khusus dengan Allah Bapa, dan kepada-Nyalah Allah berkenan. Maka tepat kalau kita mendengarkan Dia.
Dengan membaca, merenungkan dan memahami peristiwa ‘Yesus dimuliakan di atas gunung’ ini, kita senantiasa dipenuhi kedamaian, ketenangan, dan kekuatan yang berasal dari Bapa sendiri, yang mendukung iman, harapan dan kasih kita, sebagai murid-murid Kristus. (Lisa Setiawati).
DOA: “Tuhan Yesus, terima kasih atas pewahyuan-Mu yang meneguhkan iman kami kepada-Mu. Utusalah Roh kudus-Mu selalu membimbing kami. “
JANJI: “Kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.” (Filipi 3:21)
PUJIAN: Sejak masih sangat belia, Santa Eufrasia (382-412) yang kita peringati hari ini tak ragu menjawab panggilan Tuhan dan memberikan diri sepenuhnya bagi Kristus sebagai seorang biarawati. Semua hak dan kekayaan dari orang tuanya diserahkan kepada Kaisar di negerinya untuk diberikannya kepada orang yang membutuhkannya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ