Allah Bekerja, Yesus Bekerja, Kita Bekerja
29 March 2022
Rabu, 30 Maret 2022
Yesaya 49: 8-15
Mazmur 145: 8-9, 13c-14, 17-18
Yohanes 5: 17-30
“Bapa-Ku bekerrja sampai sekarang,
maka Akupun bekerja juga” Yohanes 5: 17
MUNGKIN KITA memiliki gambaran Surga itu tenang, di mana para malaikat dan para kudus duduk berkeliling bernyanyi-nyanyi bersama. Bukanlah demikian gambar surga ! Di sana nampak segala aktif dan bergerak, karena Allah Bapa selalu dan terus bekerja, demikian pula anak-anak-Nya.
Dalam bacaan selanjutnya, Yesus menyatakan tentang Diri-Nya, dengan kata-kata peneguhan sampai tiga kali, yang berbunyi ‘Aku berkata kepadamu sesungguhnya’…Dalam bahasa asli Yunani dan Latin, dipakai kata ‘Amin, Amin’! Di sini Yesus ingin menegaskan bahwa ‘ada sesuatu yag sangat patut diperhatikan.’
Pertama, Yesus mengatakan bahwa Diri-Nya tidak melakukan apa-apa ‘dari dirinya sendiri’. Ia hanya melihat apa yang dikerjakan Bapa. Dan “itu juga yang dikerjakan Anak” (Yoh 5: 19). Maka apa yang dilakukan oleh Yesus, entah itu menyembuhkan orang sakit, mengampuni dan tergerak hati-Nya dan berbelas kasih kepada oran-orang, itu semua mencerminkan apa yang terjadi di sorga saat itu. Artinya, Bapa selalu memandang kita-kita ini dengan hati yang berbela rasa. Ia selalu bekerja, membawa damai di sorga ke dalam hidup kita.
Kedua, Yesus bersabda, barang siapa yang mendengar sabdaMya dan percaya akan bebas dari penghukuman dan akan menerima hidup kekal (Yoh 5: 24). Tidak hanya orang-orang zaman Yesus, tetapi semua saja dan siapa saja. Maka sorga itu penuh dengan doa dari orang-orang yang mendahului kita – termasuk orang-orang yang kita cintai. Mereka berdoa semoga kita ini pun masuk kebahagian sorga. Mereka akan berseru dan bersorak menyambut kita. Mereka mengandaikan kalau kita sampai di sana semua penghakiman ditiadakan dan semua saja di sana penuhi oleh kemuliaan Allah.
Ketiga, Yesus bersabda, akan tiba waktunya, setiap orang yang mendengar, Yesus bersabda ke dalam hati mereka dan orang-orang yang mendengar suara Yesus itu akan hidup (Yoh 5: 25). Putera Allah bertahta di sorga, tetap menyampaikan sabda-sabda-Nya kepada kita. Ia memanggil kita. Ia menganugerahi kebijaksanaan dan bimbingan, harapan dan membesarkan hati kita. Kata-katanya selalu membuat kita bangkit dan hidup.
Para kudus mendoakan kita. Saudara-saudari kita yang sudah di hadirat Allah juga mendoakan kita. Kita tidak sendirian- semua penghuni sorga menanggung kita penuh.* (S.Widjojo).
DOA :“Bapa, maafkan daku sebab sering aku memikirkan Bapa itu nun jauh berada di sana. Terima kasih atas berkat surga Engkau curahkan dalam hidupku.”
JANJI: “Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan” Mazmur 145: 18
PUJIAN: Seorang pengajar dalam Klas Bina Lanjut dari Kursus Evangelisasi Pribadi (BL KEP), mengatakan bahwa sewaktu kita dibaptis ‘nama kita ditulis di surga’, dan benar ‘hanya karena Rahmat kita diselamatkan’, tetapi juga keselamatan yang telah tersedia itu, perlu kita kerjakan ‘dengan takut dan gentar’ (Flp 1:20).
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ