ALLAH MEMELIHARA MILIKNYA
15 July 2023
Sabtu, 15 Juli 2023
Kejadian 49:29-32;50:15-26a
Mazmur 105:1-2,3-4,6-7
Matius 10:24-33
Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikan ketelingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.” - Matius 10:27
MUNGKINKAH MURID Tuhan menjalani panggilan memberitakan kerajaan Surga tanpa menghadapi masalah?
Kalau Yesus dalam pelayanan-Nya mendapat penolakan bahkan sebentar lagi dibunuh, maka para murid boleh memastikan akan mendapat penolakan yang paling sedikit sama.
Yesus mempersiapkan mereka untuk menghadapi aniaya dan penolakan. Penganiayaan pasti akan datang, baik dari lembaga-lembaga resmi, maupun dari pribadi-pribadi yang membenci kekristenan. Mereka tidak bisa menghindar, bak domba di tengah serigala. Namun mereka tidak perlu khawatir, sebaliknya bersandar dan mengandalkan Tuhan. Dalam menghadapi penganiayaan itu, kuncinya adalah tetap bertahan sampai akhir. Mereka harus mengandalkan hikmat Tuhan sambil menjaga hidup tulus. Justru hikmat Tuhan membimbing orang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk memberitakan Injil.
Para murid diperintahkan untuk tidak takut. Pertama, kebenaran pasti akan menang. Orang jahat akan dibongkar kejahatannya pada penghakiman terakhir, dan orang benar akan mendapatkan upahnya. Kedua, jiwa lebih penting daripada tubuh. Aniaya bisa mematikan tubuh, tetapi di hadapan Allah jiwa orang percaya diselamatkan. Ketiga, Allah berdaulat. Kesetiaan para murid akan diuji. Akan terbukti satu hari kelak siapa murid sejati dan siapa yang palsu. Aniaya adalah salah satu alat uji yang ampuh. Saat menghadapi penderitaan, sosok asli seseorang akan muncul, tidak bisa lagi dibuat-buat.
Cepat atau lambat iman kita pasti akan menghadapi pengujian. Ujian itu bisa lewat godaan dunia yang membuat kita berkompromi dengan dosa. Atau bisa juga dengan memaksa kita untuk memilih tetap setia kepada Tuhan, tetapi dengan konsekuensi "dikucilkan" atau "dihabisi." Namun jangan pernah menyerah karena Allah berdaulat memelihara milik-Nya. (HUI).
DOA: “Tuhan Yesus kami bersyukur boleh mengenal Mu dan menerima kabar suka cita. Bimbinglah kami supaya mampu mewartakan kabar suka cita yang berasal dari Mu dampingilah kami sehingga mampu menjadi pelaku firman Mu, Amin.”
JANJI: “Bermegahlah didalam nama-Nya yang kudus biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari TUHAN!” - Mazmur 105:3
PUJIAN: Santa Agatha Kim A-gi adalah seorang martir Katolik Korea. Ia di hukum mati karena tidak mau menyangkal imannya akan Yesus. Jenazahnya dibiarkan di tempat eksekusi selama tiga hari. Santa Agatha Kim A-gi, Santa Magdalena Kim Ob-i, dan Santa Barbara Han A-gi dibeatifikasi bersama Para Martir Korea pada tanggal 5 Juli 1925 dan bersama-sama dikanonisasi pada tanggal 6 Mei 1984 di Yoido, Seoul oleh Paus Yohanes Paulus II.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ