ALLAH SUMBER KEKUATAN, SEMANGAT DAN KEHIDUPAN
09 December 2020
Rabu, 09 Desember 2020
Yesaya 40:25-31
Mazmur 103:1-2, 3-4, 8, 10
Matius 11:28-30
“Tuhan memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada mereka yang tidak berdaya” ---- Yesaya 40:29
HIDUP TIDAK pernah berjalan lurus-lurus saja. Selalu ada lika-liku yang dapat membuat kita naik ataupun jatuh. Banyak orang cenderung fokus kepada masa kejatuhannya. Orang-orang ini, bahkan mungkin kita sendiri, jadi merasa malas untuk melanjutkan kehidupan kita. Kita sering mempertanyakan kepentingan kita untuk hidup. Kita kehilangan motivasi untuk hidup. Seperti halnya yang dialami bangsa Israel, dalam Yesaya 40 ditulis pada masa-masa akhir orang Israel hidup dalam pembuangan dan penjajahan. Suatu periode sulit bagi bangsa Israel karena nampak tak berujung sehingga umat Tuhan mulai mengeluh dan letih secara jiwa. “Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?” itu yang dikeluhkan mereka dalam ayat 27.
Kekuatan manusia di dalam menjalani kehidupan ini adalah bersumber dari Tuhan. Segala masalah, segala rintangan dan halangan yang menghadang, tidak akan dapat dilalukan dari kehidupan tanpa pertolongan dari Tuhan. Kita tidak berarti apa-apa karena kemampuan terbatas, kekuatan yang ada dalam diri sendiri tidaklah sebanding dengan apa yang harus dijalani dan dihadapi. Masalah yang kecil bisa menjadi besar apabila kita hadapi sendiri, beban yang ringan akan menjadi berat apabila kita angkat sendiri. Oleh karena itu Juruselamat kita, Yesus Kristus mengajak kita manusia untuk datang kepada Dia apabila letih lesu dan berbeban berat. Ini berarti Tuhan sudah mengetahui bahwa kemampuan manusia terbatas, sehingga Dia menawarkan diri kepada kita untuk membantu umat-Nya. Dia akan memberikan kelegaan. Tuhan Yesus, yang menciptakan alam semesta, sanggup memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada kita yang tidak berdaya (Yes 40:29).
Kita sebagai umat-Nya harus memahami bahwa setiap langkah dan perbuatan yang kita lakukan adalah karena pertolongan-Nya. Tuhan tidak pernah tidak menolong umatNya, sekecil apapun pertolongan itu. Oleh karena itu orang yang berpengharapan pada Tuhan, mempercayakan sepenuhnya kehidupannya kepada Dia, memandang Dia sebagai sumber pertolongan dan rahmat, akan mendapat kekuatan baru, bagaikan rajawali yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya. (HW)
DOA: Tuhan, berilah iman yang selalu percaya pada-Mu, yang sanggup memberi kelegaan pada saat saya letih lesu dan berbeban berat. Agar saya selalu dapat bersama-Mu. Amin
JANJI: “Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.” ---- Mazmur 103:8
PUJIAN: St. Agustinus, dari Afrika Utara, semasa mudanya banyak melakukan dosa dan kejahatan, namun setelah mendalami filsafat terbukalah pikirannya. Ia terdorong suara hatinya untuk memperbaiki cara hidupnya itu dan akhirnya menjadi imam. Tahun 395 ia terpilih menjadi uskup. Gereja memperingatinya 28 Agustus.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ