ALLAH YANG BERBELA RASA
27 August 2018
Senin, 27 Agustus, 2018
St. Monika
2 Tesalonika 1:1-5, 11b-12
Mazmur 96:1 - 5
Lukas 7:11-17
“Ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan,...” --- Lukas 7: 13
ADA SUATU KEJUTAN. Untuk pertama kali penginjil Lukas menyebut Yesus “Tuhan”. Memang Yesus diberi banyak gelar, tetapi gelar “Tuhan” itu yang paling tinggi. Dalam bahasa Latin ”Dominus”, sedang dalam bahasa Yunani “Kyrios”. Dalam Perjanjian Lama gelar ‘kyrios’ untuk sebutan atau panggilan YHWH atau Yahwe sendiri. Kalau Yesus dipanggil atau dinamai “Tuhan” oleh Lukas, ia sadar bahwa gelar itu adalah gelar ilahi yang hanya diperuntukkan pada Allah. Dan dalam seluruh Kitab Suci, gelar itu diterapkan pada Diri Yesus, sebagaimana Yesus sendiri jelaskan pada perjalanan ke Emmaus menemani dua orang murid-Nya (Luk 24:27).
Pada pesta Hati Kudus, tahun 2014, Paus Fransiscus pernah mengatakan “Dalam Kristus, kita memandang kesetyaan Allah”. Dalam ‘Penjelmaan Yang Ilahi’ dalam diri pribadi Yesus, Allah tetap setya dalam berbela rasa dengan kita.
Saat Yesus bersama para murid-Nya disertai banyak orang lagi sampai ke desa Nain. Yesus dan rombongan berjumpa dengan arak-arakan ke kuburan dan seorang janda yang sangat bersedih mengantar penguburan anaknya yang tunggal, “tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya ‘Jangan menangis!’ ” (Luk 7:13).
Allah yang Mahakuasa dan kekal memiliki Hati yang bisa tergerak oleh belas kasihan. Kita temukan sewaktu Yesus berjumpa ribuan orang yang capai dan kelaparan setelah mendengarkan ajaran-Nya (Mat 14:14; Mrk 6:34), dan sewaktu berjumpa seorang lepra yang berlutut dan memohon “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku”. Dan Yesuspun ‘tergerak hati-Nya oleh belas kasihan, laluIamengulurkn tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkatakan kepadanya: ‘Aku mau, jadilah engkau tahir’ “ (Mrk 1:40-41).
Dampak Penjelmaan Yang Ilahi menjadi Manusia terwujud dalam perjumpaan yang menggerakkan hati dan membawa berkat keselamatan. Allah tetap setya berbela rasa dengan kita. Hatinya tersentuh oleh belas kasih, dan terdengar suara: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, ‘bangkitlah!’” Setiap saat Tuhan memandang kita, kita dibangkitkan!
Doa: Ya Yesus, Dikaulah Tuhanku dan Allahku. Buatlah hatiku juga mudah tergerak oleh belas kasihan pada sesama!
Janji: “Nama Yesus. Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia” --- 2 Tesalonika 1:12
Pujian: Monika yang kita peringati hari ini, dikisahkan terus berdoa untuk anaknya, Agustinus, sampai anaknya bertobat dan dibaptis oleh St. Ambrosius.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ