"AMPUTASI ROHANI"
24 February 2022
Kamis, 24 Februari 2022
Yakobus 5: 1-6
Mazmur 49: 14-20
Markus 9: 41-50
“Jika tanganmu menyesatkan engkau , penggallah!”
Markus 9: 43
UCAPAN YESUS terasa sangat keras dan aneh :
- .. barangsiapa menyesatkan satu dari anak-anak kecil, .. tenggelamkan….!
- .. tanganmu menyesatkan dirimu –.. penggal !
- .. kakimu menyesatkan dirimu –.. penggal !
- .. matamu menyesatkan dirimu –.. cukil !
…. lebih baik mempunyai satu tangan – satu kaki – satu mata-
masuk ke dalam Kerajaan Allah daripada mempunyai dua tangan-dua kaki-dua mata – dicampakkan ke dalam neraka !
Menyesatkan (dirimu) artinya membuat dirimu berbuat dosa atau jatuh ke dalam dosa ! Dalam Bahasa Yunani -dari text asli- berbunyi ‘skandalizein’, yang berarti ‘meletakkan batu atau sesuatu yang menghalangi , yang membuat seseorang yang lewat tersandung dan jatuh’ ! Ini biasanya dilakukan oleh musuh yang ingin membuat lawannya jatuh lalu dengan mudah menyerang dan membinasakannya.
Tetapi dari pengalaman hidup rohani kita , hal itu kita lakukan justru kepada diri kita sendiri. Tangan, Kaki dan Mata sebagai lambang. Jelasnya, melakukan apa saja atau bertindak begini dan begitu yang merugikan diri – dilambangkan dengan ‘Tangan’; kita pergi ke tempat-tempat di mana diri kita lalu mudah tergoda dan berdosa,dilambangkan dengan ‘Kaki’; dan segala hal dan peristiwa yang masuk ke dalam hidup kita yang menyebabkan kita berpikir dan bersikap sesat – dilambangkan dengan lewat ‘Mata’, sebagai candela jiwa kita. Sering justru kita sendiri ‘menggagalkan’ intensi atau maksud baik kita dan kita sendiri yang nyeleweng menyesatkan diri menjauh dari rencana Tuhan.
Sangat diharapkan agar hidup kita ini jangan sampai dalam ketegangan dan konflik. Yesus menghendaki agar kita mengalami sukacita dan damai dalam hidup ini, sukacita dan damai yang berasal dari hidup ber-integritas – menghayati hidup dengan terbuka kepada rahmat Allah dan demi Dia.
Kata-kata bernada keras, seperti ‘penggal’ dan ‘cukil’, itu tidak berarti menyuruh me-mutilasi- diri, sama sekali tidak. Tubuh kita ini hasil karya tangan Allah Bapa. Dan Yesus sendiri yang diutus Bapa , waktu di bumi menjadi ‘tabib’ guna memulihkan bagian tubuh yang sakit dan tak berfungsi – buta, tuli, bisu, lumpuh dll. Ia menyembuhkan dan memulihkan mereka kembali (Mrk 3: 1-6;2:1-11; 8:22-26).
Tetapi kira-kira apa sebabnya Yesus menggunakan kata dan istilah yang keras itu ?
Ia ingin membuat kejutan kepada kita agar kita mau tak mau lalu menangkap pesan-Nya: Kita harus sangat waspada akan dosa. Mengapa ? Karena dosa itu mematikan, memisahkan diri kita dari kasih dan hidup yang Allah anugerahkan kepada kita . Kita perlu bertindak tegas, mulai yang kecil-kecil: Stop pembicaraan kalau sudah mulai menjurus ke ‘gossip’, pantang berbincang tentang cacad orang lain. Kita harus berani melakukan ‘amputasi rohani’ agar menyelamatkan hidup. Tuhan tetap sanggup membantu kita. Dengan demikian kita akan semakin dekat dan akrab dengan Dia !(S.Widjojo).
DOA : Tuhan, bantulah diriku agar aku tidak menyesatkan diriku sendiri dan orang lain; jangan sampai aku membawa diriku dan sesamaku ke ‘pencobaan berbuat dosa’.
JANJI : “Telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu” Yakobus 5: 4
PUJIAN: Dikatakan bahwa kalau kaum radikal dan ‘terroris’ berkuasa, hukum rajam dan potong tangan secara harafiah akan berlaku ! Itukah ajaran agama ?
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ