ANUGERAH ALLAH
05 September 2018
Rabu, 5 September 2018
1 Korintus 3:1-9
Mazmur 33:12-15, 20-21
Lukas 4:38-44
'Karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya' ---- Mazmur 33:21
KETIKA SAKIT, orang rela mengeluarkan banyak uang atau menghabiskan hartanya untuk ditukar dengan kesehatan. Kesehatan adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada kita, tetapi seringkali manusia kurang menghargai betapa pentingnya kita bersyukur atas anugerah kesehatan tersebut.
Setelah meninggalkan rumah ibadat, Yesus pergi ke rumah Simon untuk beristirahat. Adapun ibu mertua Simon menderita demam tinggi. Mereka meminta Yesus untuk menyembuhkannya. Yesus berdiri di samping perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia (Luk 4:39a). Mertua Simon sehat kembali.
Yesus melakukan pewartaan tidak hanya dengan khotbah dan pengajaran-pengajaran saja, tetapi juga melalui pelayanan dengan menyembuhkan orang yang sakit seperti kepada ibu mertua Simon. Walaupun keadaan Yesus sangat lelah, tetapi Ia senantiasa siap untuk melayani. Demikian pula ibu mertua Simon, setelah merasa sembuh, dengan segera ia melayani mereka (Luk 4:39b).
Sebagai murid Yesus, kita pun perlu meneladani-Nya dengan melakukan semua yang telah Yesus ajarkan, baik melalui perkataan maupun perbuatan, seperti yang dilakukan oleh ibu mertua Simon. Ia menyadari bahwa ia telah diberikan kesehatan untuk melayani orang-orang lainnya, maka segera ia memasak untuk keluarganya dan Yesus. Ibu mertua Simon menyadari dan menghargai anugerah yang Tuhan berikan dengan bersyukur dan melayani Tuhan dan sesama.
Dan kita? (MARISKA)
Doa: Ya Bapa, berikanlah Aku hikmat agar aku menyadari anugerah kesehatan yang Kau berikan sehingga aku mensyukurinya dengan menjaga pola hidup dan makan, serta lalu untuk melayani Engkau dan sesama.
Janji: “Berbahagialah bangsa, yang Allahnya adalah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri” ---- Mazmur 33:12
Pujian: Santa Teresa dari Calcuta adalah seorang yang penuh cinta kasih. Selama hidupnya ia memberikan dirinya untuk kaum miskin secara radikal, sehingga ia sudah dijuluki Santa, seorang kudus sewaktu ia masih hidup.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ