ANUGERAH ISTIMEWA UNTUK MENDERITA
29 May 2018
Selasa, 29 Mei 2018
1 Petrus 1:10-16
Mazmur 98:1-4
Markus 10:28-31
“Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" --- Markus 10:28
IKUT YESUS? Kita harus membayar harganya! Lalu dapat apa? Inilah yang diutarakan Petrus! Seperti Petrus, budi dan hati kita dalam mengikuti Yesus itu didorong oleh cinta-diri, sombong dan rasa-tak-aman diri. Segala pengorbanan kita ungkapkan kepada Yesus dalam konsekuensi mengikuti panggilan-Nya ! Kita berharap, Tuhan lalu menganugerahkan pahala dan hadiah-hadiah-Nya!
Memang Yesus bersedia bicara tentang hal bertemakan pengorbanan, tetapi Dia juga akan membawa kita ke arah pengertian pengorbanan yang dalam , yang belum pernah kita lakukan. Ini menggambarkan bahwa kita baru tapak pertama mulai di jalan pengorbanan, belum sampai puncaknya. Tuhan memaknai pengorban itu termasuk “dikejar dan dianiaya, demi Dia dan demi Injil-Nya” (Mrk 10:30). Lengkapnya, “(orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang,) sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.” (Mrk 10:30). Wah, bukan maksud kita pembicaraan kita dibawa jauh ke sana. Itu sama sekali tak kita pikirkan. Lebih payah lagi, Yesus menyatakan ‘siapa-siapa yang pertama dan akan mendapat apa’. “Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu." (Mrk 10:31). Kita berusaha keras untuk menunjukkan persembahan dan pengorabanan kita yang pertama ? Kita tak tahu akan menjadi ‘yang pertama’ atau ‘yang terakhir’ dalam mendapat anugerah dan pahala!
Kita benar-benar mendapat kehormatan dan dipilih khusus untuk boleh mempersembahkan hidup kita kepada-Nya. Tuhan sama sekali tidak mempunyai hutang apa-apa pada kita. Justru sebaliknya kitalah yang mempunyai hutang banyak sekali kepada-Nya. ‘Satu hari hadir di hadirat-Nya jauh lebih bahagia’ daripada ‘seribunan tahun tinggal di tempat lain manapun’! (Mzm 84:11).
Berterima kasih – ya berterima kasih-lah, kepada Tuhan, sebab Dia telah memperkenankan diri kita berbincang dan berjalan dengan Tuhan , juga sampai Salib di puncak Kalvari.
Doa: Bapa, perkenankan diriku mengenal keistimewaan dan kehormatan untuk menderita bagi-Mu!
Janji: “Hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,” --- 1 Petrus 1: 15
Pujian: Dalam Latihan Rohani Ignatius, peserta retret diminta untuk memohonh rahmat Tuhan agar bisa melepas segala keterikatan duniawi agar bisa mempersembahkan hidupnya total kepada Tuhan.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ