APA ITU MUKJIZAT?
20 September 2018
Kamis, 20 September 2018
St. Andreas Kim Taegon, Paul Chong Hasang cs
1 Korintus 15:1-11
Mazmur 118:1-2, 16-17, 28
Lukas 7:36-50
“Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci” --- 1 Korintus 15:3-4
SERING KITA baca tentang mukjizat dalam Kitab Suci. Apa itu mukjizat? Itu suatu tindakan mengatasi hukum alam. Kekristenan kita ini dimulai dengan Mukjizat Penjelmaan, Allah menjadi Manusia ! Inti sari dari kekristenan kita adalah Wafat Yesus di kayu salib. Di situ Yesus menebus atau menghapus dosa-dosa orang baik yang pernah hidup maupun yang lahir. Dan setiap orang mendapatkan kesempatan untuk dilahirkan dari atas (Yoh 3:3,5) dan menerima koderat yang baru, yakni ikut ambil bagian dalam koderat ilahi (2 Ptr 1:4). Dan Kebangkitan Yesus dari mati menjadi dasar dari iman kristiani. Yesus melakukan banyak mukjizat dalam pelayanannya di tengah masyarakat umum. Yesus memberikan wewenang dan kuasa kepada Gereja-Nya dan warganya, untuk mengadakan karya-karya lebih besar daripada apa yang dilakukan Yesus sendiri (Yoh 14:12).
Bila kita hidup dan mati dalam Kristus, di saat kematian kita, kita akan menerima mukjizat kebangkitan dari mati. Dan dunia kita ini akan berakhir dengan mukjizat kedatangan Yesus yang kedua. Setelah Hari Pengadilan, orang-orang suci akan mengalami mukjizat kebangkitan dari tubuhnya. Bila nanti masuk surga dan berjumpa dengan Yesus bertatap muka, ini juga suatu mukjizat.
Sejak awal sampai akhir, kekristenan kita merupakan suatu rentetan dari mukjizat. Karena itu, mari kita perteguh dan perkuat iman kita. Mari kita lindungi iman kita dari budaya sekuler yang berkecenderungan menolak mukjizat – budaya yang mencekik iman kita.
Doa: Ya Tuhan, semoga Sabda-Mu meneguhkan iman kami !
Janji: “ Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."--- Lukas 7: 47
Pujian: Para martir dari Korea. Ayah Andreas Kim Taegon dibunuh sebagai martir karena menjadi kristen. Beberapa tahun kemudian, dia sendiri juga menjadi korban karena iman dan menjadi martir.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ