APA KATA MEREKA, APA KATA KAMU?

16 September 2018

Minggu, 16 September 2018

Minggu Biasa XXIV

Yes 50: 5-9

Yak 2: 14-18

Mzm 116:1-6, 8-9

Markus 8:27-35

                      

“Siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya” --- Markus 8:35.

 

DALAM TANYA-JAWAB Yesus dengan murid-murid-Nya, pertanyaan pertama bukanlah “Siapa Aku ini menurut kamu?” (Mrk 8:29). Ia memulai denan pertanyaan yang tak kalah pentingnya. “Apa kata orang ‘Siapakah Aku ini’ “ (Mrk 8:27). Tentu saja di sini dengan sengaja Yesus menempatakan pertanyaan penting sedemikian rupa sehingga, ada perbandingan antara kebanyakan orang beranggapan ‘Siapa Yesus itu’ dan “Apa kata anda dan saya ‘Siapa Yesus itu ?’ “

Pengakuan kita secara pribadi ini menunjukan langkah-langkah berikutnya dalam hidup kita. Bila kita menyerahkan hidup kita ini kepada Yesus , itu adalah suatu keputusan pribadi. Kita dipanggil diri kita masing-masing secara pribadi dan memiliki hubungan pribadi dengan-Nya. Kita-kita hidup tidak bisa berdasar  pada apa kata pastor atau guru atau ajaran bapak ibu kita sendiri. Kalau dalam persiapan jenjang perkawinan ada yang disebut “Discovery” di mana pihak ‘yang pacaran perlu mengenal pribadi satu-sama lain, ‘like-dislike’, kelebihan dan kelemahannya dsb dsb’ sebelum mengikuti Kursus yang lebih utuh yakni “Membangun Rumah Tangga” (MRT). Apalagi hubungan kita dengan Tuhan, kita perlu mengenal Yesus secara lebih pribadi, bukan sekedar mengetahui tentang Dia; mengenal Yesus bukan dari pengetahuan tentang Dia tetapi pengalaman pribadi bersama-Nya ! Kita harus tegak dan tegar berdiri di atas iman dan keyakinan kita pribadi, bukan atas kepercayaan orang lain, termasuk keyakinan orangtua yang dikisahkan kepada kita. Adanya orang katolik yang meninggalkan Yesus dan Gereja-Nya – apapun alasannya- umumnya karena mereka-mereka ini masih  berdiri pada iman dan kepercayaan orang lain, termasuk pastor dan orangtuanya. Iman akan Yesus belumlah ter-internalisasikan atau dibatinkan sehingga menjadi ‘milik’ – saya .

Kita percaya akan “Yesus akan datang mengadili kita, kita percaya  adanya “Pengadilan”dan kita masing-masing secara pribadi ‘berdiri mempertanggungjawabkan hidup dan iman kita masing-masing ! “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah.” (Rm 14: 10). Dalam”Pengadilan” itu tidak ada perban dingan ‘saya lebih baik atau buruk daripada yang lain’. Tiap kita masing-masing, hidup dan mati seta diadili berdasar akan apa tanggapan pribadi kita masing-masing akan rahmat Allah. Maka pertanyaan Yesus tetap sama “Apa katamu, siapakah Aku ini ?”

Doa: Ya Yesus, aku menyesali dosa-dosaku. Ampunilah aku. Datang dan masuklah ke dalam hatiku, ambil alihlah kemudi hidupku. Penuhilah aku dengan Roh-Mu. Dikaulah Tuhan-ku!

Janji: “Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. ... aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.” --- Yesaya 50: 4-5

Pujian: Pertanyaan Yesus ‘Apa kata orang: Siapakah Aku ini / Siapakah Anak Manusia?’, juga dicatat oleh penginjil Matius dan Lukas!

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.