APA PERAN KITA DALAM PERKEMBANGAN GEREJA ?

28 April 2021

Rabu, 28 April 2021

St. Louis Marie Grignion de Monfort

Kisah pr Rasul 12: 24—13:5a

Mazmur 67: 2-3, 5-6,8

Yohanes 12: 44-50

 

“Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka!” ---Kisah 13:2

 

DAPATKAH KITA  membayangkan baru berdoa bersama, entah seperti kita berkumpul dalam Persekutuan Doa (PD) atau dalam Pendalaman Alkitab (PA), tiba-tiba ada suara dari atas , takt ahu suara siapa ! Tentu kita kaget. Ada yang berdiri dan lari, atau duduk bengong saja.

Itu terjadi di pertemuan umat di Antiokhia. Yang bersuara adalah Roh Kudus, yang berpesan ‘Pisahkanlah Barnabas dan Saulus! Umumnya kita tak tahu pertemuan apa yang mereka lakukan. Yang jelas adanya suara: ‘Pisahkanlah’! Barnabas dan Saulus dikhususkan untuk suatu tugas perutusan.

Itu contoh terjadinya ‘panggilan dari Roh Kudus’ dalam suatu pertemuan umat. Peristiwa itu mengisyaratkan pentingnya kita ‘bertemu dan bersekutu, berdoa bersama dan berpuasa’ (Kisah 13:2-3), guna mencari dan memahami apa tugas perutusan yang Tuhan tentukan bagi kita masing-masing. Dan dengan menanggapi panggilan dari Tuhan, kita akan berperan aktif dalam membangun Gereja. Tantangan bagi kita adalah mempercayakan penuh pada-Nya, bahwa apapun yang kita lakukan meski hal yang sepele, itu untuk kemuliaan Tuhan , sejauh kita selalu terbuka dan mengundang Roh Kudus menyertai kita. Hal-hal kecil, peristiwa-peristiwa sederhana merupakan kesempatan biasa yang  digunakan oleh kuasa Allah mencurahkan rahmat-Nya bagi kita, untuk memampukan memuliakan-Nya.

Sering kita berpikir terkotak-kotak. Kita memisahkan dunia kerja dari rumah, rumah dari Gereja. Sedangkan sebenarnya Roh Kudus telah menempatkan kita – entah di mana kita bekerja – pada saat-saat tertentu. Dalam kesempatan apapun kita bisa menjadi alat atau sarana kasih dan rahmat-Nya. Mungkin sekedar ucapan kita yang membesarkan hati orang yang melayani kita di toko atau pasar, senyum kita yang menyapa, sikap sopan kita berkenan di hati orang, apalagi kepedulian kita kalau ada yang meminta kita mendoakan  mereka.

Keberadaan kita, seturut kehendak Allah, adalah dengan suatu tujuan tertentu. Dan tujuan itu terungkap dalam hal-hal kecil dalam hidup kita. Jangan sampai kita menyepelekan. Setiap saat adalah kesempatan Allah berikan untuk mengabdi dan melayani-Nya lewat pelayanan kita kepada sesama kita di seputar kita. (SW)


DOA: Ya Roh Kudus, bantukah aku menemukan kesempatan yang Engkau berikan kepadaku. Biarkanlah aku selalu penuh perhatian pada-Mu.

JANJI: “Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya” --- Yohanes 12:47

PUJIAN: Kota Antiokhia memiliki catatan bermakna dalam Sejarah perkembangan Gereja Perdana. Di kota itu, untuk pertama kali murid-murid Kristus disebut ‘kristen’, dua, tempat bertemunya tokoh misionaris awal: Barnabas, Paulus dan Markus, dan ketiga, di kota Antiokhia ini merupakan awal perjalanan misioner mereka untuk penginjilan. Perjalanan misioner pertama itu diteruskan dengan yang kedua yang cukup panjang dan ketiga, yang berakhir di kota Roma.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.