APA TALENTA SAYA?
28 August 2021
Sabtu, 28 Agustus 2021
St. Agustinus
1 Tesalonika 4:9-11
Mazmur 98:1, 7-9
Matius 25:14-30
“Hal Kerajaan Sorga sama seperti seseorang yang ...mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberinya lima talenta, yang seorang lagi dua talenta dan seorang lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya.” Matius 25:14-15
AJARAN YESUS tentang Kerajaan Sorga, yang dibungkus dalam perumpamaan adanya seorang tuan, yang ‘ memberi sejumlah talenta berbeda kepada para hamba untuk modal usaha’ (Mat 25: 14-30), juga terdapat dalam Injil Lukas (Luk 19: 12-26). Dalam Injil Matius dipakai istilah ‘talenta’ sedang Lukas, ‘mina’. Menurut Kamus Alkitab satuan uang ‘mina’ itu senilai ‘100 dinar’, sedang ‘talenta itu senilai ‘6000’ dinar. Dan satu dinar adalah upah satu hari kerja, di zaman Yesus.
Kedua versi tersebut digunakan dalam ajaran Yesus dalam konteks ‘pengadilan akhir zaman’, di mana kita harus mempertanggungjawabkan hidup dan pekerjaan kita (Mat, bab 24 dan 25).
Kita semua diberi oleh Tuhan ‘talenta’ atau ‘mina’ kita masing-masing yang perlu kita kelola. Bukan masalahnya kita memperoleh satu atau dua atau seratus talenta, tetapi apakah kita berani bertanggungjawab atas pengelolaan ‘talenta’ yang Tuhan berikan.
‘Talenta, kita artikan ‘bakat’ yang melekat dalam diri kita. Ada yang mengartikan sebagai ‘sekumpulan karakteristik alamaiah seseorang yang merupakan akselarator, factor yang mempercepat penguasaan ketrampilan seseorang serta mendorong munculnya ‘performance’ yang luar biasa. Ada pula ahli yang mengatakan ‘talenta’ itu seperti kecerdasan seseorang dalam aspek-aspek tertentu.
Karena Tuhan memberi kita masing-masing talenta atau bakat itu berbeda-beda, maka kita perlu mencari tahu atau minta bantuan ahli untuk menemukan jawaban kira-kira ‘saya ini diberi talenta apa oleh Tuhan’, yang harus saya kelola dengan baik, agar berbuah berlipat ganda dalam hidup ini sebagai murid Yesus?
Dan kita sebagai ‘ciptaan Allah’ , dianugerahi talenta tertentu, berarti, - karena tujuan kita diciptakan adalah untuk memuji dan memulyakan Allah’- maka hasil talenta atau kecerdasan yang kita kelola juga untuk ‘memuji dan memuliakan Allah’ dan demi kesejahteraan kita bersama. Hasil dari talenta yang kita kelola, bukan untuk pamer apalagi untuk mencari keuntungan pribadi dan menipu sesama kita. Kalau talenta yang kita terima – entah berapa – demi AMDG, tentu kita akan termasuk ‘hambaku yang baik dan setia’ dan Tuhan mengundang kita untuk ‘masuk dan turut dalam kebahagiaan-Nya’ (Mat 25: 21-23). (SW)
DOA: “Ya Tuhan, jadikanlah kami-kami ini hamba yang tahu bertanggung jawab akan talenta yang Tuhan berikan dan menjadi hamba yang setia.”
JANJI: “Anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk megurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesanlan kepadamu” 1 Tesalonika 4:22
PUJIAN: Ada sekelompok OMK yang telah membaca Riwayat hidup Santo Agustinus, berkomentar, ‘waktu remaja nakal dan berfoya-foya, waktu dewasa menjadi uskup dan pujangga, waktu mati masuk sorga dan diberi gelar Santo.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ