APA YANG ENGKAU MAU?
15 November 2021
Senin, 15 November 2021
1 Makabe 1:10-15.41-43.54-57.62-63
Mazmur 119:53.61.134.150.155.158
Lukas 18:35-43
“Apa yang kau kehendaki supaya AKU perbuat bagimu? Jawab orang itu: TUHAN, supaya aku dapat melihat!” --- Lukas 18:41
DI TENGAH KESIBUKAN kita, kehadiran seorang pengemis, yang wajahnya menatap kita memohon belas kasih, sungguh mengusik hati kita. Mungkin kita lalu memberi uang kepadanya, karena kita ingin beramal, atau mungkin biar dia cepat pergi karena merasa sedikit terganggu, mungkin juga kita cuek saja.
Kali ini, seorang pengemis buta dekat kota Yerikho yang berseru kepada Yesus, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”, adalah suatu seruan doa – suatu permohonan.
Doa pada umumnya memberi rasa lega dan tenang. Sering kita berbalik kepada doa bila masalahnya lebih besar daripada kemampuan kita menghadapi masalah itu. Demikian besar masalahnya sampai kita tidak bisa berdoa, mau ngomong apa, mau memohon apa. Apalagi kalau orang-orang di luar kita tidak mendukung, sebaliknya malah menciutkan hati kita.
Kembali ke pengemis buta dari Yerikho, dalam bacaan Injil hari ini. Orang-orang yang ada di dekatnya justru menjadi penghalang. Seharusnya mereka itu menolongnya, tetapi malah menyuruh si pengemis buta itu “diam” ! Orang yang berdoa dengan seru itu, malang nasibnya: sudah miskin, buta disuruh ‘bisu’ ! Mungkin juga orang-orang mengharapkan sekali agar Yesus berpura-pura tidak mendengar !
Sering kita seperti orang-orang itu, tidak mempunyai perasaan empati atau berbela rasa akan sesama khususnya yang menderita ‘disabilitas’. Mungkin kita seperti para rasul yang ikut-ikutan, tidak peduli dan bahkan mungkin menyuruhnya untuk diam atau pergi.
Meski ada hambatan yang besar, si pengemis buta itu tetap bertekun dalam doa permohonannya. Dan dia memperoleh akan apa yang dikehendakinya. Yesus langsung menyembuhkan dari kebutaannya.
Dalam Injil hari ini, Yesus meminta kita juga untuk selalu berbagi kasih kepada orang yang memerlukan, apapun keadaan kita. Di sini Yesus menunjukkan kasih-Nya dengan membuat si buta itu melihat.
Mari kita meneladan si pengemis buta yang terus tekun berseru dengan doanya, apapun halangannya. Allah tentu mendengarkan orang yang tekun berdoa tanpa putus asa.
Mari, kita kita belajar dari Yesus, agar kita peduli kepada mereka yang membutuhkan pertolongan, khususnya mereka yang menderita ‘disabilitas’ – bisu, tuli, buta dan cacad fisik lainnya. Kita memberi apa yang mereka butuhkan bukan apa yang ingin kita berikan. (Mariska)
DOA: Ya Yesus, ajarilah aku untuk berbagi kasih kepada mereka yang memerlukan pertolongan dengan memberi apa yang dibutuhkannya.
JANJI: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Lukas 18:42
PUJIAN: Maria Magdalena adalah seorang Yahudi yang ikut serta dalam pewartaan-pewartaan Yesus dan menjadi saksi mata dalam peristiwa penyaliban, penguburan dan kebangkitan Yesus. Secara Liturgis Gereja memperingatinya setiap tgl 22 Juli.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ