APAKAH AKHIR JAMAN SUDAH DEKAT?

12 November 2021

Jumat, 12 November 2021 

St. Yosafat

Kebijaksanaan 13: 1-9

Mazmur 34: 2-5

Lukas 17:26-37

 

“Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya. dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya." --- Lukas 17:33

 

SATU SETENGAH TAHUN lebih, kita terpapar oleh Covid-19, yang menerpa kita tanpa pandang bulu, kaya miskin, lelaki perempuan, apapun suku dan agama keyakinannya. Bulan Mei dan Juni 2021 lalu , info kasus orang yang terkena dan meninggal di negeri kita semakin meningkat dari hari ke hari. Rumah Sakit, khususnya ICU selalu penuh dan menolak penderta baru. Tempat kuburan cepat penuh sampai harus membuka lahan baru untuk pemakaman. Dan Negara kita berada dalam peringkat lima besar. Negara di buat repot karena Covid-19 ini. Pemerintah  enggan  melakukan Lockdown total seperti di negeri lain. Istilahnya diperhalus menjadi  PPKM (Pengaturan Pembatasan Kerumunan Masyarakat).

Keadaan ini tentu saja dimanfaatkan oleh berbagai kalangan untuk membuat opini-opini menurut pandangan dan selera mereka. Dan itu bisa menyesatkan. Salah satu di kalangan umat kita sendiri, beramai-ramai orang mendiskusikan , apakah ini tanda-tanda akhir jaman? Mereka menjadikan bahan sebagai tanda-tanda akhir jaman seperti yang ada dalam Kitab suci, seperti hancurnya Sodom dan Gomora. Mereka menafsir keadaan kehidupan kita sudah sebobrok seperti kedua kota itu yang mendatangkan hukuman.

Memang Akhir Zaman tentu akan datang dan terjadi. Tetapi kapan, tak  ada orang yang tahu (Mat 25: 13). Dalam situasi sekarang ini, kita semua ditarik mundur untuk lebih diam dan tinggal di rumah dengan ‘prokes’ ketat. Kita lebih bisa melakukan hal-hal yang  spiritual seperti membaca dan mendalami pesan Kitab Suci  , dan kita mendapat lebih banyak waktu untuk berdoa dan ber-refleksi. Ada yang mengatakan diri mereka tiap hari bisa menghadiri Misa, meski secara virtual, mendengarkan homili bermutu, bergabung doa bersama lewat Zoom, memperoleh pencerahan lewat Webinar.  

Akhir hidup kita masing-masing menanti kita, entah kapan. Peristiwa kematian digambarkan dengan perumpamaan “relasi Tuan dan hamba”. Hamba yang baik itu memiliki relasi pribadi dengan tuannya, tahu dan kenal kehendak tuannya. Maka si hamba selalu siap kalau tuannya datang entah pukul berapa . Tetapi bagi kita yang tidak memiliki relasi pribadi dengan Tuannya, tidak akan mengenal kehendak Tuannya. Maka bisa saja saya sebagai hamba lalu bertindak ‘semau gue’. Dan sewaktu sang Tuan datang kita sama sekali tidak siap.

Menjadi hamba yang baik  adalah orang yang membuka hati, pikiran dan akal budi kita mencari dan ber-relasi seakrab mungkin dengan Tuhan Allah lebih mendalam lewat doa, sehingga kita tidak takut kehilangan apa saja, termasuk dirinya sendiri, kita tidak takut maut, justru dengan kematianlah kita akan memasuki  hidup baru yaitu kehidupan kekal bersama Allah Bapa di Surga.(Frans)

 

DOA: Allah Bapa di Surga, kami bersyukur atas berkat kehidupan kami sampai saat, kami mohon berikanlah kami  rahmat-Mu sehingga kami selalu siap menantikan kedatangan-Mu. sebagaoi hamba yang setia.

JANJI: “Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyurkan nama-Nya”    Mazmur 34:4

PUJIAN: Hari ini kita merayakan Santo Yosafat Kunzewich Ia seorang Uskup dan martir kelahiran Rusia. Ia dididik dalam ilmu perdagangan, bertransformasi dengan masuk biara dan menerima nama baru menjadi Yosafat. Ia menjadi imam dan ditahbiskan pada tahun 1609 dan menjadi Uskup Polotsk. Ia dibunuh pada tahun 1623 oleh musuhnya ketika ia memperjuangkan terciptanya persatuan-persatuan gereja di Rusia dan kembali kepada ikatan cinta kasih Kristus di bawah pimpinan wakil-Nya, Sri Paus di Roma.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.