ARTI KEHADIRAN KITA BAGI SESAMA
03 October 2022
Senin, 3 Oktober 2022
Galatia 1: 6-12
Mazmur 111: 1-2, 7-10c
Lukas 10:25-37
“Siapakah diantara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”. --- Lukas 10:36
Orang samaria yang murah hati, judul perikop bacaan Injil hari ini, berisi tentang tanya jawab seorang ahli Taurat dengan Tuhan Yesus tentang bagaimana caranya supaya ia dapat hidup kekal. Banyak pelajaran yang dapat kita petik dari perikop ini.
Untuk dapat hidup kekal, tertulis dalam kitab Taurat manusia harus mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap kekuatan dan dengan segenap akal budi. Selain itu manusia harus mengasihi sesama seperti mengasihi dirinya sendiri (ayat 27-28). Kemudian, ahli Taurat itu bertanya lagi :“Dan siapakah sesamaku manusia?” (ayat 29). Dari pertanyaan inilah kemudian Yesus menceritakan perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati itu.
Dengan contoh 3 tokoh dalam perumpamaan tersebut, Yesus sebenarnya telah menjawab pertanyaan ahli Taurat. Tetapi ketika Yesus bertanya balik kepada ahli Taurat itu, siapakah menurut pendapatnya yang menjadi sesama bagi orang yang terluka parah itu? Ada satu hal yang dapat kita petik dari pertanyaan Yesus. Ahli Taurat mengedepankan dirinya sendiri daripada orang lain -siapakah sesama bagi dirinya-, sedangkan Tuhan Yesus membalikkan dengan pertanyaan siapakah sesama bagi orang itu? ( yang susah, menderita, perlu pertolongan).
Merenungkan pertanyaan Tuhan kepada ahli Taurat tersebut, kita disadarkan bahwa kita pun seringkali bersikap seperti ahli Taurat itu, menempatkan diri sendiri lebih utama, kepentingan diri kita lebih penting dari kepentingan orang lain, bahkan kita memilih dan menentukan siapa sesama kita menurut status dan kriteria kita (status sosialnya sama, yang sama suku, agama, dll).
Kita juga disadarkan bahwa ternyata tidak peduli siapa pun kita dengan segala atribut sosial yang ada pada kita, yang Tuhan Yesus inginkan adalah kehadiran kita berarti bagi sesama, dimana banyak orang mengalami kebaikan, cinta kasih kita. Hidup kita membawa dampak positif terhadap semua orang yang ada di sekitar kita, siapa pun mereka, terlebih mereka yang susah dan membutuhkan pertolongan. (VLB).
DOA: “Tuhan Yesus, bimbinglah kami agar mampu menjadi sesama bagi setiap orang di sekitar kami, terutama mereka yang membutuhkan pertolongan.”
JANJI: “Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titahnya teguh, kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.” Mazmur 111:7-8
PUJIAN: Santa Teresa dari Kalkuta, sepanjang hidupnya telah meletakkan kepentingan pribadinya jauh dibawah kepentingan sesama. Ia menjadi sesama yang penuh kasih bagi beribu orang miskin papa, juga menjadi sumber inspirasi bagi banyak tokoh di dunia.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ