ATAS NAMA YESUS
24 April 2021
Sabtu, 24 April 2021
Kisah para Rasul 9: 31-42
Mazmur 116:12 – 17
Yohanes 6:60-69
“Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus” --- Kisah para Rasul 9:31
SANGAT MENARIK kita mengikuti perkembangan Sejarah Gereja Perdana. Lukas mencatat bahwa saat itu suasana sudah membaik, berada “dalam keadaan damai” (Kisah 9:31). Para murid dengan tanpa-beban dapat berkarya penginjilan leluasa.
Dan tampillah Petrus, Ia bebas melakukan kunjungan ke kelompok-kelompok umat beriman. Ia melakukan mukjizat seperti Yesus dulu lakukan: di Lida Petrus menyembuhkan Eneas yang menderita lumpuh sudah delapan tahun. “Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskan-lah tempat tidurmu!” (Kisah 9:34, 40).
Yang kedua, dari situ Petrus dipanggil ke Yope, yang jaraknya seputar 120 km, karena ada umat yang meninggal, namanya Dorcas atau Tabita. Ia yang sangat dermawan . Semua orang menangis. Setelah Petrus sampai, “ia berlutut dan berdoa” … ia berpaling kepada mayat itu dan berkata: ‘Tabita bangkitlah’. Lalu Tabita membuka matanya dan ketika ia melihat Petrus, ia bangun lalu duduk” (Kisah 9: 40) .
Dengan penuh iman dan percaya diri, Petrus lakukan itu semua. Tentu ia ingat sabda Yesus, “Sesungguhnya, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa, dan apa juga yang kamu minta dalam Nama-Ku, Aku akan melakukannya” (Yoh 14:12-13). Karena itulah ia berlutut dulu dan berdoa.
Melihat Yesus melakukan mukjizat lewat Petrus, membuat kita berpikir. Petrus itu seorang tidak pandai bicara. Malahan tercatat bahwa ia itu berbicara tanpa berpikir jauh. Ia ngomong dan bersama tindakan yang ‘impulsif’ (mengikuti dorongan hati saja). Kalau seseorang yang tak sempurna saja dipanggil melakukan karya Tuhan, tidaklah tak-mungkin Tuhan juga berkenan menggunakan kita-kita ini?! Dapatkah kita juga mungkin bisa melayani Tuhan meski hidup kita tidak sempurna, dan tidak tahu bagaimana melakukan pelayanan itu?!
Bagaimana kalau kita mengikuti tuntunan Roh Kudus, lalu bingung dan ‘grogi’ ? Ingat, Tuhan ada dan menyertai kita selalu. Ia akan mendukung dan membesarkan hati kita agar selalu berpengharapan! Kalau perlu, kita berlutut dan berdoa mohon pengampunan Tuhan dan lalu mendengarkan suara lembut Tuhan serta mohon pertolongan-Nya untuk membangun Kerajaan-Nya.
Lewat Petrus, Yesus mengedangkan tangan-Nya kepada Dorkas dan lalu Dorkas dapat bangkit berdiri. Lewat Roh Kudus-Nya Yesus juga mengedangkan tangan-Nya kepada kita agar kita dapat melakukan kehendak-Nya. (SW)
DOA: Dengan kekuatanku sendiri, aku tak dapat melakukan seperti apa yang Tuhan lakukan. Tetapi Engkau berbagi akan Roh-Mu yang memampukan diriku untuk mengerjakan karya-Mu.
JANJI: “Kami telah percaya dan tahu bahwa Engkau adalah yang Kudus dari Allah” --- Yohanes 6:69
PUJIAN: Banyak umat merasa ‘grogi’ kalau diminta mendoakan saudara atau teman yang sakit, baik di rumah maupun di rumah sakit. Karena sering menyaksikan orang-orang katolik yang telah terbiasa mendoakan yang sakit, mereka lalu tergerak mau mendoakan si sakit guna membesarkan hati yang baru menderita.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ