BAGAIMANA BERSIKAP BILA ADA KONFRONTASI

31 August 2020

Senin, 31 Agustus 2020 

1 Korintus 2:1-5

Mazmur 119:97-102

Lukas 4:16-30

 

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan Kabar Baik kepada orang-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku” --- Lukas 4:18

 

SETELAH DIBAPTIS di sungai Yordan, Ia berpuasa dan digoda. Akhirnya Ia balik kembali ke Galilea. Di sepanjang jalan Ia singgah di sinagoga-sinagoga dan mengajar. Kesan orang-orang ‘semua orang memuji Dia’ (Luk 4:15).

Sesampai di sinagoga Nasaret, Yesus membaca gulungan Kitab nabi Yesaya dan menyatakan isi dari pesan Yesaya itu tertuju pada Diri-Nya – panggilan Allah bagi-Nya! Orang-orang mula-mula menanggapinya dengan ‘heran akan kata-kata indah yang diucapkan-Nya’ . Kemudian mereka menyadari bahwa Dia adalah anak Yusuf, tukang kayu. ‘Dia pikir siapa dirinya, ‘kan salah satu dari kita!’ Jawaban bernada menolak tetap terus ada sampai sekarang, juga di dalam masyarakat kita di sini.

Kita sering mencari ‘pahlawan di luar lingkaran keluarga dan masyarakat kita’ sendiri. Kita lebih tertarik apa yang kasat mata di luar. Sering saja justru ada sesuatu yang jauh lebih berharga di dalam diri kita. Dan  sebaliknya, kita sering tidak melihat balok dalam mata kita sendiri, tetapi selumbar di mata teman kita lihat.

Yesus mengenal betul pikiran orang-orang dan mengutip kisah-kisah  yang ada di zaman Elia dan Elisa. Kisah-kisah itu menunjukkan bahwa Allah juga memperlihatkan kasih sayang-Nya kepada orang-orang yang tidak mengenal Yahweh. Justru ucapan Yesus itu menambah kemarahan orang - orang .

Berkonfrontasi? Tidak! Yesus memilih menyelinap pergi (Luk 4:30). Mungkin kita, yang merasa lebih tahu lalu kita berdiskusi, berdebat dan berkonfrontasi!

Hari ini Yesus memberi contoh yang dapat menjadi pegangan kita bagaimana bersikap dan bertindak dalam situasi konfrontasi !

 

DOA: Bapa, urapilah daku dengan karunia Roh Kudus-Mu, agar aku mampu dengan cerdas dan bijak bersikap dalam situasi beda pandangan dengan orang-orang lain mengenai iman.

JANJI: “Imanmu jangan tergantung  pada hikmat manusia, melainkan pada kekuatan Allah!” --- 1 Korintus 2:5

PUJIAN: Pada kesempatan ‘sharing’ dalam Temu Persekutuan Doa, seorang bapak berkisah. Ia duduk di samping seseorang yang ia anggap miskin. Minggu berikut dikabarkan ia meninggal. Kemudian ia mengetahui ternyata orang tersebut mempunyai penghasilan  yang bagus, hidup sederhana, malahan praktis hampir seluruh gaji dan pendapatannya ia donasikan kepada orang-orang yang miskin.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.