BAGAIMANA HIDUP DOA KITA?

28 October 2020

Rabu, 28 Oktober 2020

St. Simon & Yudas

Efesus 2:19-22

Mazmur 19:2-5

Lukas 6:12-19


“Pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa” --- Lukas 6:12

DALAM INJIL, dikisahkan Yesus ‘semalam-malaman berdoa’. Ini mengingatkan kita seorang tokoh zaman modern ini yang memperjuangkan pentingnya “bersamadi” . Dia adalah Thomas Merton (1915-1988), seorang  rahib atau pertapa  dari Pertapaan biara Trapist atau OCSO. Ia menulis 50 buku tentang hidup rohani yang sangat berpengaruh besar. Umumnya tulisannya menekankan pentingnya ‘keheningan’ sebagai jalan perjumpaan diri dengan Allah. Ia sendiri menghayati hidup doa. Malahan dia menyendiri di tempat kecil di luar bangunan pertapaan , tetapi tetap dalam wilayah pertapaan guna mencari keheningan yang lebih dalam dan berkontemplasi.

Dalam Injil dikisahkan Yesus ‘mendaki  bukit untuk berdoa  dan ber-refleksi.’ Saat itu Yesus akan memilih siapa-siapa yang Ia mau panggil sebagai rasul-Nya yang Ia mau utus. Ini suatu aspek yang sangat-sangat penting dalam membuat suatu keputusan yang penting , maka butuh sekali dukungan doa sebelum memutuskan. Bagi kita proses ini kita sebut ‘discernment’.

Di sini Yesus megingatkan kita akan makna dan pentingnya menghayati hidup doa dan menyatulan hal ini dalam kesibukan sehari- hari khususnya untuk karya pelayanan.     Para rasul yang Yesus pilih bukanlah orang-orang yang ternama. Mereka penduduk biasa-biasa dan diundang untuk  berbagi Kabar Gembira. Mereka-mereka itu orang-orang berdosa dan sekaligus orang suci .

Bagaimana hidup doa kita? Terbiasakah kita membagi waktu dalam 24 jam, untuk kerja, makan, berkomunitas serta istirahat dan doa atau bersamadi  ? Sudahkah kita menjadikan saat doa sebagai awal dan pusat kegiatan kita sehari-hari ?Apakah kita mencari waktu khusus mohon terang Roh Kudus dalam doa sebelum mengambil keputusan-keputusan yang penting ?  (SW)                                                                                                              

 

DOA:   Ya Yesus semoga sebagaimana aku bernafas agar hidup demikian pula aku berdoa  harian menjadi agar roh ku tetap hidup pula.

JANJI: “Keesokan harinya,Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya lalu memilih di antara mereka dua belas orang yang disebut-Nya rasul” --- Lukas 6: 13

PUJIAN: Para warga Pembaruan Kharismatik Katolik (PKK) diminta trampil dalam ber-‘discernment’ sebelum membuat keputusan penting dalam hidup dan dalam berpelayanan dalam komunitas. Untuk itu mereka perlu belajar dan berlatih dalam suatu Seminar ‘Discernment’ dan ditutup dengan ‘week-end retreat’.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.