BAGAIMANA ORANGTUA – BEGITULAH ANAK-ANAKNYA !

23 June 2021

Rabu, 23 Juni 2021 

Kejadian  15:1-12, 17-18

Mazmur 105:1-4, 6-9

Matius 7:15-20

 

“Setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik” ---Matius 7:17

 

SERING KITA  mendengarkan ucapkan orang tentang seorang anak tetangga, ‘dia seperti ibunya, caranya berpakaian, sopan, murah senyum dan senang menyapa dan menolong…’. Itu sifat-sifat yang positif. Tetapi juga bisa sifat-sifat negatif orangtua menurun ke anak.  Atau campuran , ya positif dan negatif ada pada orangtua, ada pula pada anak !

Pengamatan ini membantu kita memahami sabda Yesus dalam Injil hari ini. “Tidak mungkin pohon yang baik menghasilkan buah yang tidak baik , ataupun pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang baik” (Mat 7:18). Sebenarnya  peringatan Yesus itu bagi para rasul-Nya untuk waspada terhadap nabi-nabi palsu, tetapi juga dapat diterapkan kepada para orangtua. Bagaimanapun pula kita-kita ini ‘produk’ atau buah dari orangtua kita masing-masing – ya ‘anak-anak kita’ itu adalah ‘buah kita’.

Karakter mereka tak akan berkembang acak-acakan. Karakter mereka adalah  berasal dari  contoh dan teladan hidup kita. Kata orang bijak, “Anak itu belajar dari apa yang ia hayati” Kalau kita ingin agar mereka menaruh hormat kepada kita, kita sendiri harus memberi teladan menghormati mereka juga. Kalau kita anak kita hidup murni, kita pun harus berusaha untuk memberi teladan hidup murni. Demikian juga dalam pembinaan hidup rohani mereka.  Meskipun anak-anak kita  suruh ikut pelajaran agama – katekese -, bina iman, itu semua tak akan berarti kalau kita sendiri tidak rajin berdoa, membaca Kitab Suci, terlibat dalam kehidupan Gereja. Kalau kita mengatakan agar anak-anak berdoa, akan jauh  dampaknya pada mereka, kalau anak-anak melihat tanda-tanda bahwa kita menjamah kehadiran Allah dan dirubah oleh kasih-Nya.

Kalau memang harus demikian adanya, kita akan merasa kecil hati. Tetapi kalau anda menyadari diri bahwa anda bukan satu-satunya orangtua yang tidak sempurna di dunia ini, janganlah mudah menyerah. Tak  ada orang yang sempurna. Tetapi, tetaplah mencoba – tetaplah berdoa!

Yang penting adalah kita perlu terus mencoba agar makin dekat dengan Tuhan . Allah Bapa adalah contoh dan teladan kita yang sempurna. Ingatlah kita   ini tidak hanya buah dari orang tua kita, tetapi kita juga anak-anak Allah, ‘Orangtua’ yang sempurna. Kalau anak-anak kita bisa merasakan adanya damai dan sukacita-Nya ada pada kita, anak-anak kita juga ingin mengenal-Nya lebih dekat.

Mari kita mohon kepada-Nya kekuatan yang kita sangat butuhkan. Ia selalu siap membantu kita , selaras cara-Nya ! (SW)

       

DOA: Ya Allah, dengar doa-doa para putra-Mu, sembuh dan pulihkan keluarga-keluarga, rujukkan kembali mereka yang terpisah, balutlah luka-luka mereka, kembalikanlah mereka dalam kepenuhan kasih-Mu.

JANJI: ”Bermegalah di dalam Nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan” --- Mazmur 105:3

PUJIAN: Dalam Liburan Natal, sering ada Retret Keluarga: oranggtua, anak-anak dewasa dan anak-anak kecil. Dalam Retret mereka dibagi tiga kelompok dan mendapat pengajaran komunikasi dan relasi dalam keluarga selaras dengan usia dan panggilan masing-masing. Jelang akhir tiga kelompok dipertemukan dan terjadilah adegan yang mengharukan: mereka saling meminta maaf dan saling mengampuni dalam keluarga masing-masing.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.