BAGAIMANA TINGGAL DALAM KASIH-NYA?
11 May 2023
Kamis, 11 Mei 2023
Kisah Para Rasul 15: 7-21
Mazmur 96: 1-2a, 2b-3, 10
Yohanes 15: 9-11
“Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya” --- Yohanes 15: 10
HARI INI Tuhan menyampaikan bahwa apabila kita ingin tinggal dalam kasih-Nya maka kita harus menuruti perintah-Nya seperti teladan yang Tuhan Yesus berikan kepada kita. Hal ini berarti apabila kita ingin tinggal dalam kasih Tuhan maka kita memiliki relasi kedekatan dengan Tuhan dan juga mentaati perintah-Nya.
Sebenarnya Tuhan telah lebih dulu mengasihi kita. Pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib merupakan perwujudan kasih Tuhan kepada kita manusia. Tetapi bagaimana saat ini kita dapat merasakan kasih Tuhan? Bagi sebagian orang pertanyaan ini mungkin mudah dijawab, namun bisa jadi pertanyaan ini bagi sebagian orang lainnya sulit untuk dijawab. Mari kita coba merenungkan bagaimana kehidupan dalam keluarga. Pada dasarnya semua orang tua mengasihi anaknya. Ia merawat dan mendidik anaknya dengan harapan anaknya akan memiliki kehidupan lebih baik dari orang tuanya. Seorang anak dapat merasakan kasih orang tua jika ia memiliki relasi yang baik dengan orang tuanya, tetapi sebaliknya bagi anak yang tidak memiliki relasi yang baik akan sulit merasakan kasih dari orang tua.
Demikian pula, Tuhan telah memberikan kasih kepada kita setiap hari, di setiap saat sepanjang hidup kita. Kasih Tuhan ini dapat kita rasakan apabila kita memiliki relasi yang baik dengan Tuhan. Relasi yang baik dengan Tuhan tentulah tidak datang dengan sendirinya tetapi kita perlu upayakan dengan kesungguhan. Relasi yang baik dengan Tuhan dapat dibangun melalui doa yang dilakukan dengan sepenuh hati. Dengan berdoa kita menjalin komunikasi yang baik dengan Tuhan. Relasi yang baik juga dapat dibangun dengan membiasakan mendengarkan Firman Tuhan dan merenungkan dengan hati untuk mendapatkan makna dari Firman Tuhan. Tidak cukup berhenti sampai merenungkan dan mendapatkan makna Firman Tuhan, tetapi kita juga perlu menanggapinya dengan mencari kebenaran dan melakukannya dalam segala hal. Relasi yang baik dengan Tuhan tidak hanya dibangun saja tetapi juga perlu kita jaga dan pelihara, dengan melakukan refleksi diri setiap hari. Hubungan yang dekat dengan Tuhan kita jalin dengan kerelaan hati untuk dapat menyediakan waktu terbaik setiap hari.
Hubungan yang dekat dengan Tuhan membuat kita dapat merasakan kasih Tuhan yang senantiasa mengalir dalam kehidupan kita. Dengan menyadari begitu besar kasih yang telah kita terima dari Tuhan maka akan timbul keinginan untuk tidak mengecewakan Tuhan. Keinginan tidak mengecewakan Tuhan dapat kita wujudkan dalam bentuk ketaatan kepada Tuhan dengan hidup selalu mencari kebenaran atas pimpinan Roh Kudus, tekun dan bersemangat, melakukan segala hal dengan sepenuh hati dan yang terpenting bahwa ketaatan kita akan perintah Tuhan hanya memiliki satu tujuan yaitu ‘Kemuliaan Tuhan’. (AVI).
DOA: “Tuhan, Allah Bapa Yang Maha Baik, terima kasih atas sapaan-Mu hari ini, ampunilah atas dosa dan kesalahan kami, mampukanlah kami untuk senantiasa dekat dengan-Mu dan dapat mentaati perintah-Mu agar kami dapat tinggal dalam kasih-Mu. Amin”
JANJI: “Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.” Mazmur 96: 2
PUJIAN: Pada tahun 1701, lahirlah Ignatius Peis di Sardinia. Di usia yang masih muda, Ignatius Peis sangat tersentuh dengan cara hidup Fransiskus Asisi, seorang pewarta Injil yang hidup miskin bagi sesama. Hal ini yang mendorongnya untuk menjadi bruder di biara Kapusin. Pekerjaan Ignatius Peis pada saat itu adalah mencari derma bagi biara dengan cara menjelajahi kota setiap hari selama 40 tahun. Selama menjalankan pekerjaannya ini, ia membagikan kasih Tuhan Kristus dengan menghibur orang yang susah atau menderita, mendamaikan orang yang bermusuhan, menyadarkan orang berdosa untuk bertobat, memberikan nasehat bagi mereka yang memiliki masalah, berbagi sedekah kepada orang yang lebih membutuhkan dan masih banyak kebaikan yang dilakukannya. Pada tanggal 11 Mei 1781, ia meninggal dunia dan pada tahun 1951 Sri Paus Pius XII menyatakan Ignatius Peis sebagai rasul Pewarta Injil Kristus atas keteladanan hidupnya, doa-doa dan laku tapanya. *****
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ