BAHAGIA DAN SUKACITA
08 June 2020
Senin, 08 Juni 2020
1 Raja-Raja 17:1-6
Mazmur 121:1-2, 3-4, 5-6, 7-8
Matius 5:1-12
“Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga” ---- Matius 5:12a
SITUASI SEJAK AKHIR MARET lalu yang tidak menentu, karena wabah corona yang melanda Indonesia, membuat setiap orang membatasi diri berada di tempat umum. Karenanya Pemerintah dengan tegas menghimbau agar kita tidak berkerumun di transportasi umum, tempat wisata, mall. Bahkan sekolah diliburkan guna mencegah wabah lebih luas merebak.
Wabah yang makin meluas ini membuat Bapak Uskup kita memutuskan kebijakan pastoral : tiada Misa di gereja di hari Minggu yang dihadiri Umat. Umat dapat mengikuti Misa Minggu melalui live streaming di beberapa ‘channel YouTube’ dari Gereja Katedral dan beberapa Gereja Paroki. Dan Keuskupan mengumumkan gereja paroki mana saja yang merayakan Misa dengan Live-Streaming.
Sharing yang muncul dari umat yang mengikuti misa secara live streaming merasakan Tuhan yang hadir di setiap hati, bahkan ada satu keluarga, keluarga Randy yang mensharingkan pengalaman Misa dengan streaming sungguh sangat membahagiakan karena dapat diikuti seluruh anggota keluarga, istri dan kedua anak remajanya. Ada kebersamaan, ada kebahagiaan muncul di setiap hati saat misa berlangsung, kendati tidak dapat menerima komuni. Kerinduan untuk selalu bersama-sama mengikuti misa bersama di hari Minggu selalu terhalang oleh banyak kesibukan anggota keluarga. Dan saat menyaksikannya lewat live streaming, tak ada halangan berkumpul beribadat di rumah.
Rasa haru muncul ketika komuni yang biasa disambut, hanya bisa diterima lewat doa secara batin dengan penuh kerinduan yang mendalam akan kehadiran Kristus di tengah situasi yang sulit dan menekan. Keluarga ini seperti diingatkan, bagaimana jemaat Gereja Perdana juga mengalami keterbatasan berujud pengejaran dan penganiayaan! Dan di Indonesia ini, kita tidak tahu bagaimana umat Katolik yang ada di pedalaman pelosok Indonesia. Kebahagiaan yang sesungguhnya ketika tetap percaya akan kehadiran Tuhan Yesus walaupun tidak dapat menerima hosti suci secara nyata. Tetapi dengan duduk bersama beribadat entah doa lisan bersama atau lewat live streaming, kita diingatkan oleh sabda Yesus sendiri, “Di mana dua atau tiga orang berkumpul atas Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat 18:20). (MG)
DOA: Tuhan Yesus kubersyukur pada-Mu karena Engkau Selalu hadir dalam hidupku dan dalam keluargaku, Dan memberikan kebahagiaan yang tak terhingga.
JANJI: Dalam Kotbah di Bukit Yesus bersabda, "Berbahagialah kamu, jika karena Aku, kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat." ---- Matius 5:11.
PUJIAN: Maria Droste zu Vishering (1863-1899), biarawati dari Kongregasi Gembala Baik, yang kita rayakan pestanya hari ini, waktu hidupnya senantiasa mendorong Paus Leo XIII untuk mempersembahkan dunia kepada Hati Kudus Yesus.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ