bait allah

07 March 2021

Minggu, 7 Maret 2021

Minggu Pra-Paska III

Keluaran 20:1-17

Mazmur 19:8-9, 10, 11

1 Korintus 1:22-25

Yohanes 2:13-25


“Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan... ‘Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.’” Yohanes 2:16-17

HARI PASKA sudah dekat, Yesus menuju Yerusalem dan masuk ke Bait Suci. Di sana ditemui pedagang-pedagang dan penukarpenukar uang. Yesus marah dan mengusir mereka. Mengapa Yesus mengusir mereka? Apa makna Bait Suci yang sesungguhnya? Mari kita coba renungkan beberapa hal berikut ini:

  1. Rumah Tuhan Bait Suci, awalnya, adalah Kemah Suci (Skenoo). Musa dan Umat Israel diperintah Allah Yahweh dalam perjalanan di padang gurun untuk mendirikannya sebagai tempat kediaman Allah. Kemah tersebut berisi Tabut Perjanjian, di mana hadirat Allah turun dengan kemuliaan-Nya memenuhi Kemah Suci tersebut dan berdiam di tengah-tengah umat Israel. Bait Suci melambangkan kehadiran dan perlindungan Allah atas umat-Nya (Kel 25:8). Ketika Bait Suci ditahbiskan, Allah turun dari sorga dan memenuhinya dengan kemuliaanNya. Apabila umat Allah ingin berdoa kepada Tuhan, mereka dapat melakukannya dengan menghadap Bait Suci dan Allah akan mendengar mereka “dari bait-Nya” (Kel 40:34- 38). Bait Suci adalah tempat yang kudus, tempat umat beribadah, menyembah Allah. Ketika Rumah Bapa-Nya dijadikan sebagai tempat untuk berdagang dan tukar uang, tentu saja Yesus tidak bisa menerimanya. Ia marah dan mengusir mereka. Rumah-Nya harus bersih dari penyalah-gunaan.
  2. Tubuh Kristus Yesus menghormati praktek peribadatan di Bait Allah tetapi sangat mencela formalisme. Ia menghendaki penghormatan yang pantas bagi Bait Allah. Dan Ia saat itu juga menubuatkan sudah dekatnya keruntuhannya... Ketika orang-orang Yahudi menantang Yesus, untuk menunjukkan tanda kepada mereka, bahwa Yesus berhak bertindak demikian, Yesus menjawab mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri (Yoh 2:19-21). Bait Allah yang sesungguhnya dilihat oleh umat beriman dalam diri Yesus Kristus, tubuh-Nya adalah Bait Suci yang dibangun kembali pada saat Kebangkitan-Nya. Mulailah cara ibadat yang baru. Fokus penyembahan berpindah dari Bait Allah kepada Yesus Kristus sendiri. Dialah yang kini mewakili kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya. Dia adalah Firman Allah yang menjadi manusia dan di dalam Dia berdiam seluruh kepenuhan Allah (Kol 2:9).
  3. Kediaman Roh Kudus Gereja adalah Umat Allah, Tubuh mistik Yesus di mana Kristus menjadi Kepala dan seluruh jemaat adalah anggota Tubuh-Nya. Ketika Gereja perdana mengalami aniaya dan pengejaran oleh Saulus, sebelum bertobat, Yesus hadir dan bertanya “Saulus, Saulus..., mengapa engkau menganiaya Aku...?“ (Kis 9:4)

Karena Yesus Kristus sendiri merupakan perwujudan makna Bait Suci itu, dan karena Gereja adalah tubuh-Nya, maka Gereja disebut “Bait Allah” karena didiami oleh Kristus dan Roh Kudus.

Melalui Roh-Nya, Kristus berdiam di dalam Gereja-Nya dan menuntut agar Tubuh-Nya itu tetap kudus. Sebagaimana dalam Perjanjian Lama, Allah tidak dapat membiarkan pencemaran Bait-Nya, Dia menghendaki agar kita menghormati dan menjaga kekudusan Bait Allah. “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah Bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?... Sebab Bait Allah adalah kudus dan Bait Allah itu ialah kamu.” (1 Kor 3:16-17).

Sebagai orang beriman ketika kita menerima Sakramen Inisiasi, kita telah mengundang Allah Tritunggal; Bapa, Putra dan Roh Kudus untuk tinggal dalam hati kita, maka kita menjadi bait Allah tempat Kediaman Roh Kudus.

Mari kita berusaha menjaga Tubuh Kristus ini, menghargai Rumah Tuhan dan menghormati kekudusan-Nya. (HS)

DOA: “Bapa, layakkanlah kami sebagai baitMu yang kudus. Bimbinglah kami agar semakin berkenan kepada-Mu dalam masa Prapaska ini. Amin.”

JANJI: “Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya.” Mazmur 19:9

PUJIAN St. Perpetua dan Felisitas dari Kartago, Afrika Utara adalah saksi iman yang gugur sebagai martir demi mempertahankan imannya. Mereka disiksa dan masuk penjara agar murtad dan menyangkal imannya tetapi di dalam penjara Perpetua mengalami penglihatan ajaib.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.