BAPA DAN AKU, AKU DAN BAPA
17 June 2020
Rabu, 17 Juni 2020
2 Raja 2: 1,6-14
Mazmur 31:20-21, 24
Matius 6:1-6, 18-18
“Bila kamu memberi sedekah, janganlah kamu canangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat…” --- Matius 6:2
SEWAKTU KOLEKTE, pernahkah anda membiarkan uang yang anda mau masukkan ke dalam kantong kolekte dilihat oleh umat yang duduk di sebelah kiri kanan anda? Mungkin tidak ! Memberi sedekah atau kolekte , orang lain tahu nilainya, tidaklah menjadi masalah. Pemberian sedekah atau kolekte dengan tulus bukanlah urusan orang-orang lain, tetapi urusan ‘saya dengan Allah’ – urusan pribadi ! Itu sebenarnya merupakan bagian dari hubungan pribadi kita dengan Allah; Allah yang ingin menjadi ‘Bapaku – Bapa kami!’. Sebagaimana banyak hal yang terjadi dalam rumah tangga, yang tak perlu diketahui oleh tetangga. Cukup bapak atau orangtua yang tahu apa yang diucapkan dan diperbuat oleh anaknya. Demikianlah halnya juga dalam masalah hidup rohani kita!
Bagaimana bila kita hidup dalam Kristus doa-doa kita yang kita sampaikan kepada Allah dalam bentuk omong-omong dengan Bapa sebagaimana anak berbincang kepada ayah kita sendiri ? Mungkin terasa sok rohani! Tetapi memanglah demikian hakikat kita kalau kita hidup di dalam Kristus! Dan memang inilah intinya mengapa Yesus sengsara, wafat dan bangkit untuk kita, tiada lain untuk membawa kita kembali kepada Allah Bapa.
Sering dalam hidup rohani kita, yang kita lihat dan tanyakan ialah apa saja yang kita lakukan! Apa saya cukup berdoa? Sudah cukupkah kita berjuang melawan dosa? Cukupkah hari ini kita melayani Tuhan ? Itu pertanyaan-pertanyaan yang bagus, tetapi itu semua hanyalah salah satu aspek saja dalam diri kita menjadi pengikut Yesus.
Injil hari ini mengingatkan kita bahwa kita memiliki Bapa di surga, Yang mengasihi kita dan ingin sekali berbagi dengan kita hal-hal yang ‘rahasia’ dengan kita. Bapa sangat berkenan untuk berbincang dengan kita hal-hal yang berhubungan dengan hal keadilan, kekudusan, hal kejujuran untuk kita bawa ke dalam dunia kita ini!
DOA: Bapa, terima kasih sekali atas kasih-Mu kepadaku! Bimbinglah aku agar aku semakin dekat dalam kesatuanku dengan Bapa!
JANJI: “Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Engkau simpan bagi orang yang takut akan Engkau” --- Mazmur 31:20
PUJIAN: Sebelum ke kantor, seminggu dua kali, Haryo selalu mampir ke gereja Paroki untuk doa pribadi, lima-sepuluh menitan.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ