BARA API PANGGILAN KEKRISTENAN
21 January 2023
Sabtu, 21 Januari 2023
Hari Keempat Pekan Doa Sedunia
PW St. Agnes, perawan dan martir
Ibrani 9: 2-3. 11-14
Mazmur 47: 2-3. 6-7. 8-9
Markus 3: 20-21
“Waktu keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka, Ia tidak waras lagi”.
Markus 3:21
DILIHAT DARI SELURUH STRUKTUR Mrk 3:13-35, tampaknya keluarga Yesus ingin memulihkan reputasi mereka. Anggapan mereka, seluruh karya Yesus sejak berada di Kapernaum (lih. Mrk 2:1 dst.) dan sekitarnya, beserta segala akibat-akibatnya yang negatif, telah membuat mereka gelisah. Maka, mereka pun memutuskan "hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi" (Mrk. 3: 21).
DALAM tradisi kenabian di kalangan Yahudi, ada semacam pandangan bahwa bisa seseorang telah diutus oleh Allah, maka seluruh hidupnya total diarahkan ke perutusan tersebut. Perutusan selalu mengandung kesetiaan total, yang terkadang sangat ‘menyesakkan’, karena memisahkan orang itu dari lingkungan yang telah diakrabinya sejak lama. Hal itu diungkapkan oleh Mzm. 69, yang bicara mengenai ‘nasib’ mereka yang setia melaksanakan kehendak Allah.
"Sebab oleh karena Engkaulah aku menanggung cela, noda meliputi mukaku, aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, orang asing bagi anak-anak ibuku, sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku." (Mzm. 69:8-10).
Tema ‘cinta untuk rumah Allah yang menghanguskan’ ini, kemudian diambil oleh penginjil Yohanes untuk melukiskan ‘nyala api’ semangat Yesus dalam karya perutusan Bapa. Saat, Yesus di awal karya-Nya “menyucikan Bait Allah” (lih. Yoh. 2:13-25), dengan sangat keras, dikatakan bahwa “para murid-Nya teringat, ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku" (Yoh 2:17).
***
BARA API panggilan dan perutusan dari Allah ini memang akhirnya sering menimbulkan 'masalah' bagi lingkungan terdekat. Situasi tersebut tidak hanya 'menyesakkan' lingkungan, khususnya keluarga, tetapi juga penerima perutusan itu sendiri.
Dalam sejarah Gereja sendiri, panggilan kekristenan sering memunculkan ‘pertikaian di dalam’. Penyebabnya, karena kriteria Ilahi sering tidak sama dengan kriteria manusiawi. Panggilan kekristenan sering dianggap sebagai sesuatu yang ‘tidak waras’. Inilah warna sejati panggilan kita. Lalu, beranikah kita menjadi 'hangus' –-tidak sekedar terbakar—dalam melayani dan menjadi pengikut Kristus? (WIT)
DOA : “Ya Allah yang Mahakasih, di hadapan-Mu kami menyerahkan diri kami. Bentuklah hidup kami sesuai dengan kehendak-Mu, dan teguhkanlah iman kami saat harus menghadapi tantangan terhadap Rencana Ilahi-Mu”. Amin.
JANJI : “Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, – artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, – dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa Darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal”. Ibrani 9:11-12
PUJIAN: Kemartiran St. Agnes (291-304), yang dibunuh oleh Sempronius, Gubernur Romawi, karena menolak dipersunting oleh Procop, anaknya, adalah kemartiran yang membawa Darah Kristus. Itu tampak ketika mau dieksekusi, Agnes, putri seorang bangsawan itu, mengatakan: “Aku adalah pengantin Kristus. Kalian dapat menodai pedang kalian dengan darahku, tetapi kalian tidak akan pernah dapat menodai kesucian tubuhku, yang telah kupersembahkan kepada Kristus”. Sempronius pun marah. Ia mempermalukan gadis suci itu dengan menyeretnya ke rumah bordil, dan secara kejam menyiksanya. Namun, berbagai keajaiban terjadi, sebelum akhirnya Agnes wafat dipenggal. Lima puluh tahun kemudian, pada th. 354, Gereja menyatakan, St. Agnes sebagai pelindung keperawanan dan kemurnian. Namanya masuk dalam buku para martir suci. St. Ambrosius (340–397), Uskup Milan, adalah tokoh yang banyak memperkenalkan keutamaan St. Agnes, melalui khotbah-khotbahnya.
Nama Santa Agnes termasuk nama favorit yang dipilih menjadi santa pelindung.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ