BARU DI BATAS WAKTU DAPAT BERBUAH LEBAT

26 October 2019

Sabtu, 26 Oktober 2019

Roma 8:1-11

Mzm 24:1 -6

Lukas 13:1-9

 

“Jawab orang itu: Tuan, biar ia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya  dan memberi pupuk kepadanya. Mungkin tahun depan ia berbuah.  Jika tidak, tebanglah dia!” — Lukas 13:8-9

 

JELAS DI SINI Tuhan menandaskan bahwa Ia mengharapkan kita-kita ini berbuah lebat sekali (Yoh 15:5) dan terus berbuah (Yoh 15:16). Ia telah memberikan kepada kita apa yang kita perlukan untuk berbuah, yakni buah-buah kesalehan. Bila  kita ini benar-benar saleh, kita akan  terjun dalam pelayanan penginjilan secara berdaya guna. Tuhan itu sangat mengharapan adanya buah-buah Roh Kudus, yakni buah-buah Kekudusan (Gal 5:22-23), dan buah-buah penginjilan. Dan Tuhan sangat sabar terhadap kita. Dia sama sekali tidak mengharapkan kita langsung berbuah dalam semalam (Mrk 4:27). Tetapi juga Ia tidak lalu menanti terus sampai kita berbuah. Bisa saja, Tuhan memberi batas waktu satu tahun untuk kita berbuah, atau satu tahun lagi.  Tetapi tentu Tuhan tidak akan memberi batas waktu tanpa batas. Batas waktu yang Tuhan anugerahkan akan menjadi ‘waktu yang penuh hidup – waktu yang berbuah lebat’!

 

Kita ini akan berbuah lebat, dengan cara:

  • Tinggal di dalam Yesus Kristus;
  • Dengan pertobatan dan dimurnikan (Yoh 15:5);
  • Membiarkan tanah dicangkul dan dipupuk (Luk 13:8), oleh Bapa sendiri, Pengusaha Kebun Anggur (Yoh 15:1);
  • Membiarkan diri kita dipupuk (Luk 13:8), yakni dengan Tuhan mendisiplinkan diri kita (Ibr 12:5);
  • Membiarkan diri kita dimampukan oleh kuat kuasa Roh Kudus (Kisah 1:8).

 

Mari kita menghasilkan buah bagi Yesus. Detik jam berbunyi terus! Akahkah ‘batas waktu’ yang diberi Tuhan menjadi saat-saat ber-rahnat, saat berbuah lebat?

                        

Doa: Bapa, semoga aku benar-benar mengasihi-Mu sepenuh hati dan juga mengasihi sesama sehingga tiada  usaha  lain kecuali berusaha keras untuk berbuah lebat.

Janji: “Tiada penghukuman bagi mereka yang berada di dalam Kristus” --- Roma 8:1

Pujian: Ditinggal mati sang suami, Tatik berjuang dan berhasil membesarkan anak tunggalnya. Ia lalu nikah lagi dan dianugerahi Tuhan tiga anak lagi.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.