BEBAS MERDEKA SELAMANYA

27 July 2019

Sabtu, 27 Juli 2019

Minggu Biasa XVII

Keluaran 24: 3-8

Mzm 50:1-2, 5-6, 14-15

Matius 13:24-30

 

“Kata-kata hamba-hambanya itu kepadanya: ‘Jadi maukah tuan kami pergi mencabuti lalang itu?’ ” —Matius 13:28

 

DALAM KERAJAAN ALLAH, Tuhan Allah membuat gandum dan lalang tumbuh bersama. Ia tidak mencabuti lalang itu sampai lalang itu mati. Atau menunggu Ia nanti datang kembali (Mat 13:30,40). Ia memperlambat mencabuti lalang itu, supaya lalang itu berubah  dan menjadi gandum. Tetapi, waspadalah, jangan-jangan sewaktu menunggu lalang berubah menjadi gandum, tanaman gandum sendiri yang berubah menjadi lalang. Maka tepatlah nasehat Santo Petrus, ”Karena itu saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilanmu dan pilihanmu semakin teguh, sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung” (2 Pt 1:10).

  • “Apakah kamu sebodoh itu? Kamu telah memulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya dengan di dalam daging?” (Gal 3:3).
  • “Supaya kamu sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk  perhambaan!” (Gal 5:1).
  • Dalam Kitab Wahyu, dikatakan ‘jangan sampai kita menjadi suam-suam kuku’ (Why 3:16), apalagi ’jangan sampai kita meninggalkan kasih kita yang pertama’ (Why 2:4).

Paulus mengingatkan kita “Siapa yang menyangka dirinya berdiri teguh, hati-hati jangan sampai ia jatuh” (1 Kor 10:12). Dan Petrus lebih tegas lagi mengingatkan kita, “Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita,  Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari yang semula.  Karena itu bagi mereka  adalah  lebih baik, tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran, daripada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka” (2 Ptr 2:20-21).

Tuhan memberkati kita berlimpah agar kita bebas merdeka, dan tetap tinggal merdeka dalam ‘hukum-Nya yang kudus’ (2 Ptr 2:21), maksudnya iakah Firman atau Sabda-Nya, Kebenaran Sabda- Allah membebaskan kita (Yoh 8:32). “Roh yang memberi Hidup, telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut” (Rm 8:2). “Barang siapa meneiliti hukum yang sempurna,  yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, .... sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya” (Jak 1:25). Beradalah selalu dalam Hukum Allah, dalam Sabda-Nya dan Kebenaran-Nya (Yoh 8:31-32). Tetaplah  berada dalam kemerdekaan selamanya.

 

Doa: Bapa .jadikanlah diriku bebas merdeka selamanya.

Janji: “Segala firman yang telah diucapkan Tuhan itu. Akan kami  kami lakukan” — Keluaran 24:3 

Pujian: Dalam pelayanan doa pembebaskan dari ketergantungan, Darmanta yang didoakan bersama dengan ditumpangi tangan oleh para pendoa, dengan tiba-tiba ia merasa Yesus datang menjamahnya dan membebaskannya. Ia sembuh seketika dari ketergantungan.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.