BELAJAR JUJUR

30 August 2023

Rabu, 30 Agustus 2023

1Tes 2:9-13;

Mazmur 139:7-8.9-10.11-12ab

Matius 23:27-32


“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.” --- Matius 23:27

 

PAULUS SUNGGUH bersukacita atas jemaat Tesalonika yang mendengarkan nasihatnya dan hidup sesuai kehendak Allah yang memanggil mereka ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya. Ucapan syukur Paulus tak kunjung putus bukan hanya karena jemaat ini mendengarkan nasihatnya, namun terlebih juga karena mereka telah menerima Firman Allah yang diberitakan bukan sebagai perkataan manusia tetapi sebagai Firman Allah yang bekerja di dalam diri mereka yang percaya.

Keadaan jemaat di Tesalonika tentu berbeda dengan situasi yang dialami orang-orang Farisi dan hali-ahli Taurat. Kalau Paulus memuji jemaat Tesalonika, sebaliknya Yesus mengecam orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat dengan keras. Dari sekian banyak kecaman Yesus, yang patut digarisbawahi adalah kemunafikan mereka. Yesus bahkan menyebut mereka seperti kuburan yang hanya bagus di luar tetapi di dalamnya penuh tulang-belulang dan pelbagai jenis kotoran. Yesus menghendaki orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menunjukkan kesetiaan mereka kepada Allah secara konsisten.

Marilah kita belajar dari umat Tesalonika yang sungguh jujur, tidak munafik karena terus-menerus berpusat pada Sabda Allah dan percaya betapa Firman Allah juga bekerja di dalam diri kita yang percaya. (OBOR).

 

DOA: “Mampukan kami menaati Sabda-Mu, sehingga menjadi orang yang jujur dan tidak munafik, Amin.”

JANJI: “Tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku!” Mazmur 139:10

PUJIAN : MENODAI AGAMA. Yesus dihukum mati karena didakwa menodai Agama oleh orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Dihukum penjara karena didakwa menodai Agama juga terjadi di negeri kita. Karenanya kita harus hati-hati dan bijak. Kita perlu menghormati dan menghargai keyakinan orang lain.  Kita tidak perlu ikut mencampuri tafsir-tafsir mereka akan penghayatan keyakinannya, yang berbeda-beda. Agama apapun mengajarkan damai dan hidup rukun, tulus dan jujur. Kita mencari persamaannya dan bukan perbedaannya. Hidup dalam masyarakat, kita yang beragam keyakinannya, , kita dituntut toleransi yang tinggi, dengan menghargai keyakinan sesama warga dan tidak mengurusi pemahaman keyakinan mereka.

 Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.