BELAJAR MERENDAHKAN DIRI

11 January 2020

SATU PERJAMUAN

JANUARI 2020

 

Sabtu, 11 Januari 2020

1 Yohanes 5:14-21

Mazmur 149:1 – 6, 9

Yohanes 2:22-30

         

“Ia harus semakin besar, tetapi aku harus semakin kecil”. --- Yohanes 3:30

 

YESUS SEORANG “PRIBADI” yang aneh. Ia patuh kepada Bapa, diutus ke bumi untuk menjadi ‘manusia’, untuk menebus dan menyelamatkan kita umat mansuia. Ia benar-benar menjadi manusia seperti kita, tetapi lebih aneh lagi, Ia tinggalkan kemuliaan surga, menjadi manusia yang lebih rendah daripada kita-kita. Ia lahir di kandang hewan. Menjadi anak desa tukang kayu. Meski banyak berbuat baik dan mengajarkan yang baik-baik, Ia ditolak.

Dalam melakukan karya-Nya untuk menyelamatkan manusia, Yesus bersedia menjadi “kecil”. Dan setelah mengalahkan maut serta bangkit pada hari ke tiga, sekarang Ia telah duduk di tempat maha tinggi bersama Allah Bapa di Surga.

Yesus adalah sungguh-sungguh Allah yang telah menjadi manusia seutuhnya; Dia telah menyelamatkan kita dari dosa dan maut. Untuk itu sebagai hamba-Nya maka kita perlu memperkenalkan Yesus kepada orang-orang lain. Saat melakukan tugas ini, banyak orang yang mengangkat dirinya menjadi besar dan menyombongkan bahwa keberhasilan pelayanannya itu adalah hasil usahanya sendiri, karena ia hebat dan pintar. Bukan Yesus yang ditampilkan atau diwartakan, tetapi dirinya sendiri yang ditinggikan. Hal ini jelas tidak benar, dan perlu segera kita mengoreksi diri.

Kita perlu menyadari bahwa semua yang kita miliki ini adalah karunia dari Tuhan, kita cuma alat-Nya untuk menggunakan berbagai karunia tersebut dalam pelayanan kepada orang lain. Jadi di hadapan Tuhan, kita ini memang  tidak ada apa-apanya dan bukan siapa-siapa juga. Jadi marilah kita merendahkan diri di hadapan-Nya. (DAG).

 

DOA: Tuhan Yesus, angkatlah kesombongan yang ada pada diriku dan bangkitkan kesadaran bahwa aku hanyalah alat-Mu yang tidak berharga.

JANJI: “Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”--- Matius 23:12

PUJIAN: Pencipta lagu rohani “Kasih setia-Mu”, menuliskan  “Siapakah Aku ini, Tuhan?”. Kalimat ini sungguh menunjukkan bahwa kita memang tidak ada apa-apanya; semuanya hanya beraslah dari Tuhan yang maha besar.

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.