BELAS KASIH BERBUAH PERTOBATAN

19 May 2020

Selasa, 19 Mei 2020 

 

Kisah Para Rasul 16:22-34

Mazmur 137:1-3,7-8

Yohanes 16:5 -11

 

"Tuan-tuan, apa yang harus aku perbuat supaya aku selamat" - Kisah para Rasul 16:30

 

PAULUS DAN SILAS dijebloskan ke dalam penjara secara tidak adil. Penjaga penjara diperintahkan menjaga keduanya dengan penuh waspada. Dan kenyataannya, kedua tahanan dirantai di dalam, maka kesempatan untuk melarikan diri tak mungkin. Tetapi apa yang terjadi. Gempa bumi dasyat menggoncang sendiri-sendi penjara sampai pintu terbuka. Penjaga penjara mengira bahwa para tahanan telah melarikan diri. Daripada dihukum siksa, ia mau bunuh diri saja. Saat yang berahmat bagi penjaga penjara tiba. Paulus berseru keras bahwa semua tahanan tetap ada di dalam penjara. Dan tanggapan spontan dari penjaga penjara adalah ‘pertobatan’.

Paulus merasa kasihan kepada si penjaga penjara; belas kasih adalah senjata paling berdaya-kuat selamanya. Sewaktu adanya belas kasih itu dikenal dan diterima, si penerima segera berubah total hidupnya. Belas kasih memperjelas bahwa hidup kita ini bukannya terdiri dari apa yang kita kehilangan, tetapi terdiri dari apa yang kita telah terima. Mengenali adanya belas kasih dan menerimanya mengajak hati untuk bersyukur dan kerinduan untuk membalas budi selanjutnya.

Sayangnya sering kita ini tidak dengan cepat mengenali belas kasih dari Allah, dari orang-orang yang memperhatikan, peduli dan mengasihi kita. Juga sering saja belas kasih itu kita terima dari orang-orang yang kita jumpai sehari-hari. Belas kasih itu melimpah.

 

DOA: Bapa, berilah daku hati yang berbelas kasih, dan hati yang tahu bersyukur!

JANJI: "Lalu ia (penjaga penjara) membawa mereka (Paulus dan Silas) ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka" - Kisah para rasul 16: 34

PUJIAN: Mau bunuh diri tidak jadi, karena tidak ada alasan untuk bunuh diri bagi si penjaga penjara, karena semua tahanan masih ada dan tak ada seorangpun yang melarikan diri. Hatinya terbuka untuk pewartaan firman. Dan dikatakan "Ia sangat gembira, bahwa ia dan  seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah

 

Penanggung Jawab Renungan: Rm. Subroto Widjojo, SJ 

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.