BENARKAH ANDA MENGASIHI TUHAN?
11 May 2020
Senin, 11 Mei 2020
Kisah Para Rasul 14:5-18
Mazmur 115:1-2, 3-4, 15-16
Yohanes 14:21-26
"Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." - Yohanes 14:21
KITA PASTI sudah sering mendengar bahwa Tuhan mengasihi kita. Namun sebaliknya, apakah kita sudah mengasihi Tuhan? Banyak di antara kita yang berpikir kalau sudah berdoa, pergi ke gereja, ikut persekutuan doa, dan berada di wadah kegiatan rohani lainnya, berarti kita sudah mengasihi Tuhan. Ternyata tidak. Itu semua bukan bukti mutlak kalau kita mengasihi Tuhan. Yesus mengatakan bahwa orang yang mengasihi-Nya adalah orang yang melakukan firman-Nya ( Yoh 14:21).
Ada orang yang mengasihi Tuhan saat senang saja, tapi giliran tertimpa kesusahan, hidupnya banyak pergumulan ia lupa mengasihi Tuhan. Di saat punya uang banyak, tidak mencuri, tapi saat terhimpit masalah ekonomi, jadi pencuri atau koruptor. Yesus berkali-kali mengulangi kata-kata "mengasihi Aku." (Yoh 14: 21,23,24), berarti Tuhan ingin agar kita mengasihi-Nya, yaitu dengan melakukan firman-Nya. Ada banyak petunjuk dalam Kitab Suci untuk melakukan firman Tuhan.
Setiap orang percaya harus memiliki hubungan pribadi dengan Yesus. Roh Kudus tinggal dalam mereka dan Allah Putera menyatakan diri-Nya kepada mereka dengan cara yang tidak mungkin bagi orang tidak percaya (Yoh 14:21-26). Sebaliknya mereka yang tidak percaya tidak bisa berinisiatif untuk mengasihi Tuhan dahulu. Ada peran Roh Kudus yang dianugerahkan kepada setiap kita orang percaya, sehingga mereka akan terus dibimbing dalam hubungan kasih dengan Bapa.
Jadi apakah kita dapat berharap dengan mengasihi, kita akan dikasihi Tuhan? Sebaliknya, Allah lebih dahulu mengasihi kita! Mari kita ingat bahwa peningkatan kasih kepada Allah tidak berarti bahwa Dia akan lebih mengasihi kita. Tetapi artinya kalau kita semakin mengasihi Allah, kita akan mengenal Dia lebih dalam. Paulus juga mengingatkan bahwa Allahlah yang lebih dahulu mengasihi kita, bahkan saat kita masih berdosa. Kasih yang tanpa syarat.
Mari kita mengasihi Allah bukan untuk semakin dikasihi dan diberkati. Tetapi kita semakin mengenal Dia, yang mengasihi kita tanpa batas.
Dan bagaimanapun keadaan kita saat ini, apa pun masalah yang sedang kita hadapi, Tuhan mau agar kita tetap mengasihi Dia dengan melakukan firman-Nya. Jangan biarkan masalah dalam hidup ini membuat kita melupakan firman-Nya. Tuhan berjanji, “jika kamu tinggal di dalam firman-Nya, dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya” (Yoh 15:7). Akan ada banyak janji berkat jika kita menuruti kebenaran-Nya. (JRS)
DOA: Ya Roh Kudus-Mu mampukan kami untuk dapat melakukan segala perintah dan ketetapan Yesus, dalam seluruh aspek hidup kami karena hanya dengan cara demikian kami dapat menikmati segala berkat-Mu dalam hidup kami. Amin
JANJI: “Tuhan telah mengingatkan kita; Ia akan memberkati, memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun, memberkati orang-orang yang takut akan Tuhan, baik yang kecil maupun yang besar.” - Mazmur 115:12-13
PUJIAN: Ignasius Peis dari Lakoni merupakan seseorang yang begitu mengasihi Allah dengan sungguh-sungguh hingga memberikan hidupnya untuk menjadi seorang bruder yang senantiasa mengabarkan tentang kasih Allah kepada sesama serta senantiasa menggerakkan hati orang untuk lebih mengasihi Yesus.
Penanggung Jawab Renungan: ?Rm. Subroto Widjojo, SJ