BENDAHARA YANG CERDIK

08 November 2024

Jumat, 8 November 2024

Filipi 3: 17-4:1

Mazmur 122:1-2.3-4a.4b-5

Lukas 16: 1-8


"Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang." --- Lukas 16:B


MAKNA PERUMPAMAAN Yesus di sini ialah bahwa orang duniawi cukup memikirkan hal-hal duniawi sehingga mereka berusaha untuk kepentingan dan kesejahteraan pribadi mereka. Sebaliknya, orang percaya sering tak cukup berfokus ke sorga untuk menggunakan harta dunianya demi meningkatkan kepentingan rohani dan sorgawinya. Mari kita renungkan beberapa hal penting ini lebih jauh dan merefleksikannya.

Tindakan Cerdik Yang Dapat Dipuji

Menurut kebiasaan yang dibiarkan saja di zaman Yesus seorang bendahara boleh meminjamkan sebagian dari barang milik majikannya. Seorang bendahara tidak diberi gaji. Supaya mendapat upahnya ia dibiarkan saja memalsukan dalam kwitansinya banyaknya barang yang dipinjamkan. Waktu barang pinjaman itu dikembalikan ia menuntut banyaknya yang tercantum dalam kwitansinya. Perbedaan antara apa yang benar-benar dipinjamkan dan apa yang menurut kwitansi palsu dituntut kembali dianggap sebagai upah bendahara. Bendahara dalam perumpamaan ini agaknya hanya menuntut kembali apa yang benar-benar dipinjamkan. Dengan mengurangi banyaknya barang yang tercantum dalam kwitansinya (yang dipalsukan dahulu) ia hanya melepaskan untung yang menurut kebiasaan dapat diperolehnya dan tidak merugikan majikannya. Maka "ketidak-jujuran" (Luk 16:8) bendahara tidak terletak dalam mengurangi banyaknya barang yang tercantum dalam kwitansi. Ini suatu tindakan cerdik yang dapat dipuji oleh majikannya.

Bertindak Bijaksana Untuk Dirinya

Yesus tidak memuji bendahara tersebut karena ia tidak jujur terhadap tuannya, tetapi karena ia telah bertindak bijaksana untuk dirinya sendiri. Mungkin saja dengan perbuatannya ini ia telah melakukan sesuatu yang baik bagi tuannya, dan sekaligus juga bagi para penyewa itu. Ia menyadari betapa berat harga yang telah ia tetapkan bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat membayar sewa mereka; setelah diperlakukan dengan kejam, mereka mengalami kesulitan melunasi utang­ utang mereka sehingga mereka dengan keluarga mereka hampir bangkrut.

Karena mengingat hal ini, sekarang, ketika akan berhenti, ia melakukan apa yang semestinya ia lakukan dengan adil dan murah hati, bukan hanya dengan meringankan beban utang-utang mereka, melainkan juga mengurangi banyak beban utang mereka di masa depan. Maksud dari pengajaran Yesus dalam bagian ini adalah untuk menyadarkan dan mendorong kita semua untuk memanfaatkan dunia ini tanpa menyalah­ gunakannya. Hal ini berarti mengelola semua milik kita dan kegunaannya dengan bijaksana sedemikian rupa sehingga menyelamatkan kita, dan bukan untuk melawan kita di dunia yang lain. Dan ini bergantung dari bagaimana kita memanfaatkan milik kita sekarang ini di dunia ini.

Kita Semua Adalah Bendahara

Perumpamaan itu sendiri, yang di dalamnya semua anak manusia digambarkan sebagai bendahara dari apa yang mereka miliki di dalam dunia ini, dan begitu juga, kita pun tiada lain daripada bendahara­ bendahara. Apa pun yang kita miliki, semuanya itu adalah milik Tuhan. Kita hanya memanfaatkannya, dan itu pun harus sesuai dengan petunjuk Tuhan kita yang agung, dan hanya untuk kehormatan-Nya. "Dunia ini ibarat sebuah rumah. Sorga adalah atapnya, bintang-bintang adalah lampu­ lampunya, dan bumi dengan buah-buahnya adalah mejanya yang terbentang. Tuan dari rumah itu adalah Allah yang suci dan terpuji, sedangkan manusia adalah bendaharanya, yang ke dalam tangannyalah segala isi rumah ini diserahkan. Jika bendahara tersebut berlaku baik, ia akan mendapat tempat di mata Tuannya, tetapi jika tidak, ia akan dipecat dari jabatannya sebagai bendahara." (A Hendro Sudianto)


DOA: "Yesus, berikan kami hikmat untuk mendayagunakan semua yang Engkau berikan kepada kami, mengembangkannya demi Kerajaan Sorga. Demi Kristus Tuhan dan Juruselamat kami, Amin!"

JANJI: "Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai luruselamat." - Filipi 3: 20

PUJIAN: Santo Klaudius, Nikostrat, Simporian dan Kastor dikenal sebagai pemahat Kristen yang terkenal. Mereka selalu membuat tanda salib sebelum bekerja, ternyata kebiasaan ini diam-dian diperhatikan rekan kerjanya karena tertarik terutama hasil karya mereka selalu laris. Simporian menjelaskan arti tanda salib dan tujuannya, yaitu Yesus Kristus menebus dosa-dosa umat manusia dengan memikul salib penderitaan-Nya menuju Kalvari, karena itu Salib adalah tanda keselamatan bagi kami orang Kristiani. Setiap memulai kegiatan kami membuat tanda salib untuk memohon berkat Tuhan atas karya kami. Tidak lama kemudian Simpli pun menjadi orang Kristen. Setiap talenta dan kesempatan yang Tuhan berikan perlu kita dayagunakan sebagai bendahara yang cerdik untuk membangun Kerajaan Surga.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.