BER-IMANLAH MESKI HANYA SEBESAR BIJI SESAWI
07 August 2021
Sabtu, 7 Agustus 2021
Ulangan 6:4-13
Mazmur 18:2-4, 47, 51ab
Matius 17:14-20
“Ya Tuhan, bukit batuku, dan penyelematku, kubu pertahananku, Allah, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisai, tanduk keselamatanku, kota bentengku.” Mazmur 18:3
SYAHADAT IMAN Israel terdapat di awal bacaan hari ini: “Dengarkanlah hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita. TUHAN itu Esa” (Ul 6:4). Dengan dasar iman kepercayaan akan ‘Ke-Esaan” Allah itulah, Musa menegaskan adanya Hukum atau Perintah yang pertama: Hukum Kasih akan Allah secara total dan radikal (Ul 6:5). Iman akan Allah Yang Esa ini berkumandang dalam Perjanjian Baru, yakni dalam Injil Markus, sewaktu para ahli Taurat dan Saduki bersoal jawab dengan Yesus. Mereka menguji Yesus dengan pertanyaan, “Hukum manakah yang paling Utama? Jawab Yesus: ‘Hukum yang terutama ialah: Dengarkanlah hai Israel: Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa’ ...” (Mrk 12:28-29). Dengan dasar iman itu, keluarlah Perintah Hukum Kasih akan Allah dan Kasih akan sesama (Mrk 12:30-31).
Kita beriman akan Allah (Bapa), tetapi juga kita beriman Iman kita akan Yesus: Iman itu:
? ‘menyelamatkan’ (Luk 7:50; 8:48; 18:42);
? ‘memperolehkan hidup’ (Yoh 20:31)
? ‘mengampuni dosa’ ( Mrk 2:5);
? ‘menyembuhkan’ (Mat 8:13).
Meski iman itu tidak bisa diukur: besar atau kecil, yang penting memiliki iman, meski iman adalah ‘karunia’ (1 Kor 12:9). Dan kepada para muridNya, Tuhan Yesus tidak pernah meminta banyak hal. Apa yang Tuhan minta pada kita hanya hal yang sederhana. Tuhan minta agar kita memiliki iman sebesar biji sesawi seperti yang diminta-Nya kepada para Rasul.
Tuhan Yesus berkata kepada para Rasul-Nya pada saat doa mereka tidak dapat menyembuhkan anak yang sakit ayan: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Mat 17:20) Dalam Markus dikatakan, “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya” (Mrk 9:23).
Iman sebesar biji sesawi itu adalah sebuah ketaatan, sebuah kepatuhan pada apa yang Yesus Kristus katakan. Para Rasul diminta untuk mengikuti apa yang dikatakan dan dilakukan-Nya, seperti sewaktu Petrus berjalan di atas air dan ketakutan, ia diminta untuk datang menghampiri Yesus dan Yesus pun memanggil Petrus untuk menghampiriNya (Mat 14:28). Iman Petrus sempat goyah karena ia bersandar pada pikirannya yang terbatas. Ia bersandar pada egonya saja.
Maka kita memohon:
- Agar iman kita bertambah besar dan kuat (Luk 17:25);
- Agar jangan sampai iman kita gugur (Luk 22:32), melainkan berdiri teguh (2 Kor 1:24);
- Agar iman kita selalu disertai perbuatan, sebab iman tanpa perbuatan, iman kita itu mati (Yak 2:14-26). (HIA)
DOA: “Ya Bapa, ajarilah kami agar kami selalu taat pada Engkau dalam setiap aktivitas hidup kami sehari-hari.”
JANJI: “Terpujilah TUHAN, seruku; maka aku pun selamat dari pada musuhku.” Mazmur 18:4
PUJIAN: Pius Sixtus II adalah uskup Roma dari 31 Agustus 25 sampai wafatnya pada 6 Agustus 258. Ia menjadi martir bersama dengan tujuh diakon, termasuk Lawrence dari Roma selama penganiayaan terhadap orang Kristen oleh Kaisar Valerianus.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ