BER-KIDUNG "Magnificat"
15 December 2021
Rabu, 22 Desember 2021
1 Samuel 1: 24-28
MT 1 Sam 2:1.4-7
Lukas 1:46-56
“Untuk mendapat inilah aku berdoa dan Tuhan telah memberikan kepadaku apa yang kuminta dari pada-Nya”
– 1 Samuel 1: 27
“SALAM MARIA” kita hafal. Tiada hari tanpa doa “Salam Maria”. Dengan doa itu kita menghormati dan memuji Bunda Maria. Tetapi pernahkah kita bersyukur dan memuliakan Allah dengan doa Maria, yang terungkap dalam doanya “Magnificat”.
Injil Lukas hari ini berisi Kidung Pujian Bunda Maria ‘Magnificat’ atau Pujian ‘Jiwaku memuliakan Tuhan’ (Luk 1:46-55). Sebagai Mazmur Tanggapan kita ambil dari Kitab Samuel (1 Sam 2:1-10). Mengapa ? Karena di situ ada Kidung Hana di dalamnya yang bergema dalam Kidung ‘Magnificat’ dari Bunda Maria.
Dari bacaan pertama, tokoh Hana dimunculkan. Ia istri Elkana, yang beristri dua. Tiada keturunan merupakan aib dalam masyarakat. Maka Hana sangat terpukul. Sang suami sangat memahami gundah kelananya hati Hana. Ia selalu menghiburnya. Elkana membawa keluarga ke tempat Padepokan Doa di Silo tiap tahun guna meneguhkan dan menghibur hati istrinya. Dan Hana nampaknya merasa nyaman damai di Silo karena bisa mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan. Ejekan istri Elkana yang satunya memaksa Hana mencaari perlindung pada Tuhan saja. Doa-doa yang ia panjatnya dan lebih-lebih sikap kasih sayang dan perhatian Elkana sang suami membantunya meletakkan semua isi hatinya pada kaki Tuhan, sehingga “mukanya tidak muram lagi” (1 Sam 1:18).
Hana lalu mengembangkan ketrampilan ber-relasi dengan Tuhan tiap hari, sehinga mempersiapkan dirinya untuk menyaksikan mukjizat dari Tuhan. Benar-benar Hana lalu diberkati Tuhan, tidak hanya Samuel saja tetapi Hana memperoleh lima anak lagi. Dia juga sangat puas melihat Samuel tumbuh berkembang di dalam kesalehan, menjadi nabi besar dan perkasa yang menuntun umat Israel.
Hal yang sama juga berlaku bagi kita semua. Kesetiaan dan ketekunan dalam hidup kita mempersiapkan diri kita untuk sesuatu yang agung yang Tuhan ingin lakukan dalam dan melalui diri kita. Maka mari kita tetap selalu dekat pada-Nya pada saat-saat kesibukan kita, apapun yang kita kerjakan. Tidak ada hal sia-sia dalam kebersamaan dengan-Nya. Tidak ada tindakan kasih atau kepatuhan yang tanpa makna. Dia yang “nama-Nya kudus” telah melakukan perbuatan besar kepada Bunda Maria, Ia juga tetap akan selalu melakukan perbuatan besar kepada setiap orang percaya dan cinta akan Dia, termasuk kita-kita. (S.Widjojo)
DOA : “Ya Tuhan yang penuh kuasa, kuunjukkan hormat dan pujian kepada-Mu atas segala perbuatan agung yang Engkau telah lakukan kepadaku”
JANJI : “Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku” Lukas 1: 49
PUJIAN : Kidung ‘Magnificat’ – Kidung Maria- selalu dipakai dalam Ibadat Sore dari ‘Ibadat Harian’- sesudah Renungan Sabda dan sebelum Doa Permohonan, setiap sore.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ