BER-RELASI AKRAB DAN DEKAT

27 July 2021

Selasa, 26 Juli 2021

Keluaran 33:7-11; 34:5b-9, 28

Mazmur 103:6-13

Matius 13:36-43


“Dan Tuhan berbicara dengan Musa dengan berhadapan muka seperti seseorang berbicara dengan temannya.” Keluaran 33:11


BAGAIMANA KITA menggambarkan relasi Tuhan Allah dengan Musa? Seperti antara dua ‘teman’. Orang-orang Isreal begitu hormatnya kepada Musa, saat-saat Musa menghadap hadirat Allah. Mereka sendiri begitu sangat kekakutan menghadap Allah. Mereka bersyukur karena Musa bisa menjadi perantara dan bernegosiasi dengan Allah, di mana perlu. 

Kita sendiri sering kagum dan hormat pada orang-orang yang nampak dekat dan akrab dengan JULI 2021 89 Tuhan Allah. Kita membaca Riwayat hidup para kudus karena mereka sering dikisahkan mereka berbincang dari hati ke hati dengan Tuhan. Kita juga sering meminta seseorang yang kita anggap saleh untuk mendoakan kita.

Tetapi setelah kedatangan Yesus ke bumi, ada sesuatu yang berubah. Allah tidak lagi ber-relasi dengan kita lewat para pemimpin terpilih, imam atau nabi-nabi. Tuhan ingin menjalin relasi pribadi dengan kita, sebagai sahabat. Kita ini juga ingin mengenal Allah secara pribadi.

Kita juga dapat bertanya kepada teman yang telah berpengalaman bagaimana menjalin relasi akrab dengan Tuhan. Kita ingin meneladan merekamereka ini. Mungkin kita bisa, seperti mereka, menyisihkan waktu guna doa pribadi, membaca Kitab Suci, syukur bisa menghadiri Ekaristi setiap hari. Tetapi kita janganlah mengharapkan relasi akrab dengan Tuhan persis seperti orang-orang yang telah maju dalam hidup rohani. Kita bisa berbeda-beda dalam keakraban kita dengan Tuhan. Tentu ada unsur-unsur yang sama, tetapi juga ada ketaksamaannya. Ada yang bisa ber-relasi dengan Tuhan dengan melantunkan lagu-lagu yang membuka hati, ada yang lewat bacaan Sabda Allah yang menyapa, ada yang bisa langsung lewat doa pribadinya dan merasa Tuhan sendiri malah yang menantinya.

Coba saja! Tak perlu takut dan bingung. Berrelasi dengan Tuhan berarti merasakan kehadiranNya. Kalau Tuhan bersabda, ingat dan ulangi sabdasabda pribadi-Nya yang tertuju kepada kita secara pribadi. (SW)

DOA: “Tuhan, sebut kami ini teman dan sahabat-Mu. Kami ingin lebih mengenalMu.”

JANJI: “Seperti bapa sayang kepada anakanaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.” Mazmur 103:13

PUJIAN: Dalam Doa atau Meditasi sebagaimana St. Ignatius Loyola ajarkan: kita membayangkan dahulu karunia apa lewat meditasi ini, yang ingin kita peroleh. Lalu kita membayangkan Yesus hadir dalam kisah Injil yang hendak kita baca dan renungkan, butir-butir apa yang Tuhan ingin sampaikan lewat renungan itu. Akhirnya, kita tutup dengan ‘Colloquium’ atau berbincang-bincang dengan Tuhan, seperti kawan dengan teman penuh relasi yang akrab.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.