BERAKAR DALAM ALIRAN AIR
24 March 2020
Selasa, 24 Maret 2020
Yeheskiel 47:1-9, 12
Mazmur 46:2-3, 5-6, 8-9
Yohanes 5:1-16
“Pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu” – Yeheskiel 47: 12
NABI YEHESKIEL mendapat ‘penglihatan’ tentang pohon-pohon yang berbuah di sepanjang sungai. Pohon-pohon yang berbuah itu melambangkan kita, sebagai murid-murid Kristus, sebagai putra-putri Gereja. Sebagai murid, kita menghasilkan buah-buah sebagai santapan yakni Sabda Allah serta mengandung obat-obatan penyembuhan dari Allah untuk masyarakat dunia yang terluka. Masyarakat kita ini begitu sangat mendambakan Sabda Allah- Sabda keselamatan dan pembebasan dalam Yesus Kristus. Pohon-pohon dalam penglihatan Yeheskiel itu memberi kehidupan dan penyembuhan, sebab air yang mengaliri itu berasal “dari tempat kudus”, yakni Gereja (Yeh 47: 12). Tanpa anugerah Roh Kudus, dunia di mana kita tinggal ini akan berujud padang pasir belaka, “seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair” (Maz 63: 2). Dari aliran rahmat-lah para murid itu melayani. Di luar Yesus kita tidak dapat berbuat apa-apa (Yoh 15:5). Dan dalam rahmat Roh Kudus, segala-galanya menjadi mungkin (Mat 19: 26).
Padang pasir itulah dunia di mana kita tinggal dan hidup. Rencana Allah yakni menuntun kita ke tempat tenang penuh air dari Gereja (Mzm 23: 2). Dan di situlah kita mendapatkan tempat yang aman dan tenang serta memperoleh santappan makanan bagi jiwa kita. Bila kita mau bekerja d luar aliran rahmat,kita akan sebegra menjadi kering dan tanpa kehidupan sebagaimana di padang gurun yang ada di sekitar kita.
Apakah pelayanan kita terasa berat? Inginkah kita libur sejenak dari Gereja ? Perlu kita perhatikan, kita tetap harus tertanan di aliran air sungai rahmat. Tetap berakarlah di dalam Gereja. Tentu Roh Kudus akan terus mengalir melalui anda dan membuat anda tetap segar, dan memawa hidup kepada dunia yang terluka.
DOA : Ya Bapa, letakkan jangkar hidupku di dalam Gereja, jagailah diriku agar aku tak akan pernah terpisah dari-Mu.
JANJI : “Allah bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam Kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut ” – Mazmur 46:2-3
PUJIAN : Hardi dan Nanik sudah lima belas tahun hidup berkeluarga. Karena terus menerus adanya gesekan, mereka merencanakan mau cerai. Dan saat itu anaknya satu-satunya tertangkap oleh polisi karena narkoba. Yesus menggunakan kesempatan itu bagi keduanya untuk berdoa bersama untuk anak kesayangan mereka. Tuhan memulihkan komitment mereka seperti pernah mereka saling janjikan sewaktu mereka saling menerimakan Sakramen Perkawinan.
Penanggungjawab Renungan: Rm. Subroto Widjojo, SJ