BERANI KELUAR DARI KEBIASAAN
05 September 2019
Kamis, 5 September 2019
St. Teresa dr Kalkuta
Kolese 1:9-14
Mazmur 98:2-3ab,3cd-4-5-6
Lukas 5:1-11
Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." ---- Lukas 5:4
KITA – MANUSIA dalam kehidupan sehari hari tidak lepas dari kebiasaaan. Dan dari kebiasaan yang terus menerus kita lakukan akhirnya membangun “habitus” habits, tindakan yang berulang-ulang dilakukan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Sebagai nelayan para murid Yesus yang pertama seperti Petrus tertegun ketika diminta menebarkan jala pada siang hari, karena sudah semalaman bekerja tidak mendapat apa-apa.
Ketika hidup kita berhadapan dengan sesuatu yang di luar kebiasaan kita cenderung bersifat defensif atau menolak ide-ide atau sebuah kebiasaaan baru yang mengubah habit lama menjadi habit yang baru.
Kesaksian yang saya alami ketika Tuhan menjamah hidup saya, yang saya rencanakan sebagai orang muda setelah selesai studi adalah bekerja dan berkarir, mengumpulkan materi dan kekayaan, tetapi masalah datang bertubi-tubi dan dari cara hidup yang salah yang saya anggap “benar” sampai Tuhan melawat hidup saya, sehingga saya mengalami pertobatan. Saya mulai menyadari hidup saya berharga di mata Tuhan, sehingga saya meninggalkan segala sesuatu yang sia- sia dan mengikutiNya, menebarkan jala di tempat yang dalam “duc in altum”, sesuatu yang dulu sangat jauh dari pemahaman dan habit saya yang lama, menjalani habit yang baru yang berkenan bagiNya.
Mari kita meninggalkan segala sesuatu yang sia-sia untuk mengikuti Yesus (Luk 5:11) dan berani bertolak ke tempat yang dalam, mengubah kebiasaan kita yang lama dengan kebiasaan baru sebagaimana yang Tuhan Yesus kehendaki. (MG)
Doa: Tuhan Yesus, mampukanlah diriku mengikutiMu dan meninggalkan segala sesuatu yang sia-sia, serta bertumbuh dan berbuah di dalam iman.
Janji: “Hidup layak dan berkenan kepadaNya dalam segala hal, serta berbuah dalam segala pekerjaan baik” ---- Kolose 1:10
Pujian: St. Paulus, rela meninggalkan kehidupan lama yang nyaman, sebagai murid Gamaliel, dan memilih mengikuti Jalan Tuhan, walaupun untuk itu ia kehilangan kedudukan yang nyaman, diganti hidup dikejar-kejar, ditolak dan dianiaya sampai masuk penjara, dan hidup menderita.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ