BERANI MELEPAS
04 September 2022
Minggu, 4 September 2022
Keb 9:13-18
Mazmur 90:3-4.5-6.12-13.14.17
Lukas 14:25-33
“Demikianlah setiap orang diantara kamu, yang tidak melepaskan diri dari miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.” --- Lukas 14:33
HARTA DUNIA yang melimpah menjadi incaran dan dambaan setiap orang. Karena pada dasarnya setiap orang tidak mau hidup susah. Ada ungkapan uang bukan segala-galanya, tetapi segala-galanya memerlukan uang. Ini yang membuat setiap kita banting tulang bekerja keras siang malam demi mendapatkan uang sebanyak-banyaknya untuk memenuhi keperluan dan keinginan kita. Sepintas uang seolah-olah menjadi penentu utama kebahagiaan seseorang. Akibatnya orang begitu melekat kepada harta atau uang. Sehingga waktu begitu berharga dimatanya. Waktunya tidak mau dibuang untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaannya yang menghasilkan uang baginya. Sehingga orang akan pegang prinsip waktu adalah uang. Kehilangan waktu berarti kehilangan uang. Sampai ditahap ini tentu golongan ini sangat mementingkan kepentingan diri sendiri. Ke”aku”an nya begitu besar dan menjadi pusat dalam hidupnya. Dalam 1 Tim 6:10 dikatakan karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Sebaliknya Tuhan perintahkan kepada setiap kita untuk mencintai dan mengutamakan Tuhan melebihi apapun yang ada di dunia ini. Perintah Tuhan ini sangat berlawanan dengan sifat kedagingan kita yang cenderung mencintai diri sendiri dan harta(mamon) yang dimiliki. Kita tidak bisa mencintai mamon dan Tuhan secara bersamaan. Mat 6:24 mengatakan “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
Hari ini Tuhan Yesus menegaskan kembali bahwa barang siapa tidak melepaskan diri dari segala miliknya, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Secara manusiawi tentu ini sangat berat, karena pertentangan kedagingan yang ada dalam setiap diri kita. Sahabat Kristus jangan menggunakan kekuatan sendiri untuk melepaskan diri dari segala milik kita. Tetapi datanglah kepada Sang Kebenaran yang akan memerdekakan dan menyadarkan kita bahwa apa yang dimiliki merupakan kepunyaan Tuhan yang dititipkan kepada kita. Dengan demikian kita akan dimampukan untuk melepaskan diri dari segala milik kita. Kita akan disadarkan bahwa pada akhirnya kita akan kembali kepada Tuhan tanpa membawa apa-apa sehingga kita berani melepas semuanya. (NL)
DOA: Ya Tuhan Yesus sadarkan dan lepaskanlah kami dari kemelekatan atas apa yang kami miliki.
JANJI: Ajarlah kami menghitung hari-hari kami, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. - Mazmur 90:12
PUJIAN: Para Santa dan Santo adalah orang-orang yang dimampukan untuk melepaskan diri dari kehidupan duniawi, tahta, harta dan memilih mengikuti Tuhan Yesus secara total.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ