BERANI MEWARTAKAN FIRMAN ALLAH
11 May 2018
Jumat, 11 Mei 2018
Novena Pentakosta Hari 1
Kisah Para Rasul 18:9-18
Mazmur 47:2-7
Yohanes 16:20-23
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap,
tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu
akan berubah menjadi sukacita”---- Yohanes 16:20
SAYONARA. Yesus mengucapakan ‘Selamat Tinggal’ kepada para murid-Nya sebelum kembali Surga. Yesus yang mengetahui kebingungan dan kegalauan hati para murid-Nya. Ia memberikan pesan agar mereka siap menghadapi berbagai kesulitan yang akan timbul setelah ditinggalkan-Nya. Yesus memberikan perumpamaan mengenai seorang perempuan yang berdukacita pada saat ia melahirkan dan harus mengalami kesakitan, berjuang antara hidup dan mati saat proses persalinannya. Tetapi segala rasa sakit dan pengorbanannya akan terbayar lunas dan digantikan oleh sukacita yang luar bisa ketika melihat anaknya lahir (Yoh 16:21-22).
Situasi demikian yang diharapkan Yesus dari para murid-Nya saat menunggu datangnya Roh Kudus, Roh Penghibur. Segalanya akan berubah menjadi sukacita dengan Peristiwa Pentakosta: Gereja Lahir ! Karena itulah Novena Roh Kudus, yang kita mulai hari ini, memnatapkan kita untuk terbuka guna pembekalan Roh Kudus yang memapukankita semua dalam pertusan mewartakan Firman Allah.
Meskipun berat dan penuh tantangan menabur benih Injil, tetapi pada akhirnya akan berakhir dengan kegembiraan dan sukacita, karena banyak yang mau mendengarkan Sabda Allah serta menyambutnya. Dan akhirnya mereka ‘lahir secara rohani sebagai anak-anak Allah’, menjadi pewaris Kerajaan Surga..
Bacaan pertama hari ini dari Kisah Para Rasul, mengisahkan bagaimana suka duka Rasul Paulus dalam memberitakan Injil di Korintus. Ia ditolak. Ia tidak dipercaya, dihalang-halangi untuk tetap mewartakan Injil. Tetapi Tuhan berfirman kepada Rasul Paulus dalam suatu penglihatan agar jangan takut dan jangan diam dan teruslah memberitakan Firman (Kis 18:9). Tuhan telah berjanji menyertainya dan tidak seorangpun yang menjamah dan menganiaya, sebab banyak umat Tuhan di kota ini (Kis 18:10).
Menjadi pengikut Yesus memang tidak mudah. Selaini harus menyangkal diri dari mementingkan diri sendiri, ia harus memikul salib, berbela rasa dengan orang-orang yang menderita. Mengikuti Novena Roh Kudus berarti mau secara total menyerahkan diri kita dalam bimbingan Roh Kudus, dan mengandalkan kekuatan dari Tuhan saja. Meski kita sadar akan kelemahan kita, kalau Tuhan berkenan memakami kita, kita bersandar pada Tuhan saja lewat tuntunan Roh Kudus yang selalu kita nantikan dan harapkan.
Novena Roh Kudus ialah untuk meminta dan berdoa, agar kita berani mewartakan Injil-Nya. Kepada para murid-Nya, Yesus bersabda: “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu” (Yoh 16:22). “Bapamu yang di surga... akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Luk 11:13). (Thonny)
Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami tetap setia mewartakan Firman Allah baik dalam suka maupun duka, dalam kuasa Roh Kudus-Mu.
Janji: “Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita.” ---- Mazmur 47:2-3
Pujian: Lusi adalah seorang gadis yang baru dibaptis menjadi Katolik sekitar tiga bulan yang lalu. Ia sangat rajin dan semangat mengikuti Pujian dan Penyembahan dalam Persekutuan Doa Karismatik. Setelah mendapat karunia bahasa Roh, ia semakin percaya bahwa Yesuslah Sang Juru Selamatnya. Dan ia lalu ikut Kursus untuk menjadi pewarta.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ