BERANI MEWARTAKAN KABAR BAIK
14 July 2018
Sabtu, 14 Juli 2018
Yesaya 6:1-8
Mazmur 93:1-2,5
Matius 10:24-33
“Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa, takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” --- Matius 10:28
JANGAN TAKUT, sabda Yesus. Takut merupakan hal buruk yang tidak boleh dipendam oleh siapa saja, termasuk bagi para murid Yesus. Benar bahwa rasa takut tidak dapat kita hindari. Tetapi rasa takut yang terus menerus dialami tentu dapat memberikan akibat yang buruk. Demikian juga dengan rasa takut yang dialami para murid Yesus, hal ini dapat menyebabkan terganggunya tugas perutusan mereka dalam menyampaikan Kabar Baik. Karena itulah Yesus membesarkan hati para muridnya dengan mengawali ucapannya dengan “jangan takut ...!” sampai tiga kali dalam bacaan bacaan Injil hari ini (Mat 10:26, 28, 31).
Yesus memahami rasa takut yang dialami para murid-Nya dalam tugasnya mewartakan Kabar Baik tentang Kerajaan Allah yang sudah dekat, dan tentang kehadiran Yesus untuk karya penebusan dosa manusia di dunia ini. Mereka semakin takut setelah mendengar perumpamaaan bahwa Yesus mengutus mereka seperti domba di tengah-tengah serigala sehingga harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Mat 10:16). Sebuah gambaran betapa posisi mereka sangat dekat dengan mara bahaya.
Dan dalam bacaan pertama dari kitab Nabi Yesaya, kita juga melihat bagaimana ketakutan Yesaya sebelum melihat Tuhan, yakni ketika dirinya dipanggil dan diutus Tuhan. Yesaya menyadari dan merasakan sebagai seorang yang tidak pantas yaitu seorang najis bibir, dan tinggal di tengah-tengah orang yang najis bibir (Yes 6:5).
Maka menjadi hal yang wajar jika para murid menjadi ketakutan, karena mereka semakin menyadari begitu banyak perlawanan dari orang-orang Yahudi maupun para ahli kitab terhadap pengajaran Yesus. Untuk menghilangkan ketakutan para murid, maka Yesus menegaskan bahwa janganlah takut kepada manusia karena manusia hanya dapat membunuh tubuh, tetapi takutlah kepada Tuhan karena hanya Dialah yang berkuasa membinasakan jiwa maupun tubuh di neraka (Mat 10:28). Hanya Allah-lah yang berkuasa atas seluruh hidup jiwa dan raga kita. Itu suatu peringatan sekaligus suatu peneguhan. Tetapi tetap terasa menakutkan! Maka tepat kalau Yesus menyatakan “jangan pernah takut” untuk selalu mewartakan Injil, karena Yesus sendirilah yang telah berjanji kepada para murid-Nya untuk menyertai senantiasa sampai pada akhir zaman (Mat 28:20b). (THONY)
Doa: Ya Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk memahami kabar suka cita-Mu yang tertulis dalam Injil, dan mampu mewartakannya dalam kesaksian hidup kami.
Janji: “Peraturan-Mu sangat teguh, bait-Mu sangat kudus, ya Tuhan, untuk sepanjang masa” --- Mazmur 93:5
Pujian: Setelah mengikuti Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP), Veronica yang semula pasif sekarang aktif dan berani menjadi menjadi pewarta kabar baik (evangelizer) dan rajin melakukan kunjungan rumah kepada umat Katolik yang membutuhkan pendampingan.
Penanggung jawab RH: Rm Subroto Widjojo, SJ