BERBAHAGIALAH SELALU
11 December 2022
Minggu, 11 Desember 2022
Yesaya 35: 1-6a.10
Mazmur 146:7.8-9a.9bc-10
Matius 11:2-11
"Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” --- Matius 11:6
YOHANES PEMBAPTIS adalah orang yang membaptis Yesus dan yang bersaksi bahwa Yesus inilah Anak Allah, karena dia telah melihat Roh itu turun dan tinggal diatas-Nya. (Lih. Yoh.1: 33-34). Tetapi Injil hari, kita mendengar keraguan Yohanes Pembaptis tentang Yesus saat dia berada dalam penjara. Maka dia menyuruh muridnya untuk bertanya, ” Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"
Saudara, hal diatas seringkali menjadi gambaran atas kehidupan kita. Suatu saat ketika kita berada di puncak rohani, kita merasa begitu dekat dengan Tuhan. Mengandalkan-Nya dan percaya Dia adalah segalanya bagi kita. Tetapi begitu dalam masalah, kitapun menjadi ragu, benarkah Yesus penyelamat bagi saya?
Jika keraguan ini terjadi atas kita, maka kebalikan ayat 5 pasti terjadi atas kita. Kita akan menjadi orang yang buta, orang lumpuh, orang kusta, orang tuli, orang mati dan orang miskin karena pengharapan kita akan penyelamatan Tuhan Yesus menjadi hilang karena keraguan kita. Maka, janganlah itu terjadi atas kita, bahagialah selalu dalam perisitiwa apapun yang kita alami. Mari andalkan Tuhan dalam setiap perkara, karena janji Tuhan akan membuat kita orang yang berbahagia asalkan kita tidak pernah kecewa dan menolak Dia. Masalah boleh ada, tetapi jangan masalah kita buat menjadi besar dan Yesus menjadi kecil. Sebaliknya, buat Dia besar didalam hatimu, maka semua masalah itu akan menjadi kecil. (TDU).
DOA: “Tuhan Yesus, kuatkan kami dalam setiap pergumulan ini, kami percayakan semuanya dalam tangan-Mu, karena Engkau yang punya rencana atas seluruh hidup kami.”
JANJI: “Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!"- Yesaya 35:4
PUJIAN: Sharing umat di Lingkungan St.Petrus Paroki Kristus Raja kota Serang saat pendalaman BKSN pertemuan III. Hidup saat pandemi begitu sulit, ekonomi terpuruk, serba ketakutan. Yang dilakukan adalah berdoa keluarga bersama, mohon pertolongan Tuhan. Dan ternyata, setelah melalui ini barulah disadari, bahwa inilah cara Tuhan mengasihi keluarga itu, lebih semakin dekat dan lebih saling mengasihi satu sama lain. Dan rasa persaudaran itu juga dirasakan oleh umatya pr peserta yang hadir dalampertemuan III itu.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ