BERBAHAGIALAH YANG PERCAYA PADA TUHAN

21 December 2023

Kamis, 21 Desember 2023

Kidung 2:8-14

Mazmur 33:2-3.11-12.20-21

Lukas 1:39-45





“Sungguh, berbahagialah ia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.” --- Lukas 1 : 45


KITA SERING mendengar bacaan Injil hari ini, umumnya di masa persiapan menunggu kelahiran Sang Juru Selamat. Bahkan tidak jarang ada yang hafal dengan beberapa ayat ini karena sungguh indah janji Tuhan pada kita yang percaya pada-Nya. Dari Kitab Kidung Agung yang kita baca pada bacaan liturgi hari ini, kita  dapat melihat dan merasakan betapa besar kasih Tuhan. Bukan hanya sebagai bapak yang menyayangi anaknya namun juga seperti kekasih yang bukan hanya sekedar mengasihi namun juga memanjakan pujaan hatinya. Bagaimana Tuhan begitu peduli pada kita, yang kerapkali masih sering tegar tengkuk, berulang kali jatuh kepada kesalahan yang sama. Bukan karena kita tidak mampu namun karena kita tidak mau. Bukan karena kita tidak tahu namun seringkali karena kita mengetahui kita memiliki Bapa yang pengasih, penyayang dan juga selalu mengampuni saat kita datang bersujud dan mohon ampun. Bukan karena kita tidak mengerti apa yang Tuhan inginkan dari anak-anak-Nya namun karena kita lebih mementingkan apa yang menyenangkan diri sendiri daripada menyenangkan Tuhan kita.     

Dua wanita dan calon ibu dibacaan Injil hari ini menunjukkan bahwa bukan usia yang menjadikan kita dewasa, bukan hanya secara rohani namun juga cara berpikir. Maria, di usia yang masih begitu muda namun mampu menerima tugas mulia yang Tuhan percayakan padanya. Begitu juga dengan Elisabet yang bisa dikatakan sudah usia lanjut, tetap bersedia menerima tugas yang Tuhan berikan. Itu hanya mungkin karena keduanya memiliki iman yang besar pada Tuhan dan terlebih lagi memiliki cinta yang sangat dalam pada-Nya. Tanpa cinta dan iman, bisa kita bayangkan apa yang akan muncul di pikiran mereka berdua saat mendapat kabar tersebut ? Yang pertama pastinya adalah rasa tidak nyaman. Belum lagi penghakiman dan omongan orang-orang disekitar mereka. Ditambah lagi tanpa pengalaman karena itu adalah putra sulung bagi keduanya, tentunya ada rasa khawatir dan takut. Namun dengan iman mereka berdua percaya pada Tuhan bahwasanya Dia tidak akan memberikan yang melebihi kemampuan mereka. Dengan cinta mereka percaya, Sang Bapa tidak akan membiarkan mereka menjalaninya tanpa perlindungan. Bagaimana dengan kita? Meskipun kita tahu, janji-Nya selalu pasti dan indah pada akhirnya, walaupun kita seringkali tidak mengerti dan tidak bisa melihat saat ini. Maria dan Elisabeth memberikan kita contoh iman, kepercayaan pada janji Tuhan dan penyerahan diri secara total pada pemeliharaan-Nya.

“Dari segala yang baik yang dijanjikan Tuhan kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi” – Yosua 21 : 45. Dari kisah-kisah di Kitab Suci kita bisa mengetahui bagaimana Tuhan memenuhi janji-Nya pada umat Israel. Dan selalu memenuhi apa yang diminta oleh umat-Nya. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” – Yohanes 3 : 16. Dimana Maria dan Elisabet menjadi ‘alat’ Tuhan untuk memenuhi janji yang Allah berikan. Dua wanita bersahaja, memberikan kita contoh apa arti iman dan kepercayaan. Mampukah kita mengikuti teladan dari Elisabet dan bunda Maria? Tidak mudah, pasti ! Namun tidak ada yang mustahil di dalam nama Yesus. Dengan iman dan cinta yang besar pada Tuhan kita, kita akan dimampukan melakukan hal-hal yang dimata manusia tidak mungkin dapat kita lakukan.  Dengan menyerahkan seluruh hidup kita pada rencana-Nya, kita melangkah dengan penuh keyakinan. Kita teladani bunda kita, bunda Maria yang mempercayai hidupnya kepada Tuhan meskipun saya yakin ia tidak mengerti . Cukup banyak ayat di alkitab yang mengatakan itu, seperti “Lalu ia pulang bersama-sama mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya” – Lukas 2:51. Juga baca Lukas 1:26-38. Dimana Maria bertanya (ayat 35) “Bagaimana hal itu mungkin terjadi karena aku belum bersuami ?” dan (ayat 38) “ … Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Dengan sukarela ia menerima kehendak Allah dan mempercayai-Nya. Seperti saya katakan pastinya tidak mudah, namun iman dan kasih-Nya akan membantu kita. (BEA).

 

DOA: “Bapa, ajari aku agar bisa menjadi semakin baik dari hari ke hari. Yesus-ku, ajari aku untuk bisa mengerti apa arti berserah, beriman dan mencintai. Roh Kudus, ajari aku untuk bisa menjadi pelaku Firman dan bukan hanya sebatas membaca dan memahami. Ajari aku, ya Yesus, untuk menjadi contoh bagi orang-orang disekitarku, menjadi pemberi kasih yang aktif dan bukan hanya menunggu tanpa berinisiatif. Jadikan aku alat-Mu, yang selalu siap menjawab ya dan  yang tidak pernah mengenal lelah, Amin.”

JANJI: “Rencana Tuhan tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.” - Mazmur 33 : 11

PUJIAN: Elisabet dan Zakharia begitu menantikan lahirnya seorang anak. Mereka sudah berdoa (Lukas 1:13) dan budaya pada waktu itu mengharuskan mereka memiliki anak (Lukas 1:25). Bertahun-tahun mereka menunggu membuat harapan menjadi pudar. Namun komitmen dan pengabdian Elisabet dan Zakharia kepada Tuhan tidak didasarkan pada apa yang telah Tuhan lakukan atau berikan tapi pada kasih mereka pada-Nya. Meskipun harapan mereka untuk memiliki buah hati pudar namun tidak berhenti melayani Tuhan. Berapa banyak orang berhenti melayani ataupun meninggalkan Tuhan pada saat keadaan kurang memuaskan harapan kita? Kasih, iman dan ketaatan Elisabet, mempunyai peranan penting dalam rencana penyelamatan Allah. Walaupun mungkin Elisabet tidak mengerti, namun ia tidak berhenti percaya dan beriman pada-Nya. Satu figure wanita yang umumnya – terlebih dimasa itu – dianggap lemah dan tidak berdaya, namun iman Elisabet yang memungkinkan rencana Allah bisa terlaksana. Sungguh luar biasa, seorang wanita lemah namun memiliki iman yang kuat.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.