BERBEBAN BERAT
20 July 2023
Kamis, 20 Juli 2023
Dalam Minggu Biasa XV
Kel. 3: 13-20;
Mzm. 105: 1, 5,8-9,24-27;
Matius 11: 28-30.
“Sebab enaklah kuk yang kupasang dan ringanlah beban-Ku” --- Mat 11:30
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28). Ungkapan Yesus yang dapat kita rasakan begitu sejuk dan damai. Sebuah tawaran langsung yang Yesus berikan kepada kita, umat-Nya, kala kita merasa lelah dalam peziarahan hidup ini. Tentu semua dari kita pernah mengalami lelah atau berbeban berat dalam kehidupan, mungkin sedang dalam persoalan keluarga, pekerjaan, atau bahkan persoalan yang terasa tidak ada solusinya. Dari semua persoalan itu, marilah kita datang kepada Tuhan, berserah diri kepada-Nya agar Ia memimpin hidup kita.
Seperti Musa yang diutus Allah untuk membebaskan bangsa Mesir, dalam hidup kita masing-masing memiliki perutusan untuk apa kita hadir di dunia ini. Semuanya tentu sudah diberikan rahmat masing-masing oleh Tuhan untuk menjalani perutusan tersebut. Setiap perutusan memiliki ‘kuk’nya sendiri, dan karena itu dapat kita yakini bersama bahwa Tuhan yang lemah lembut dan rendah hati akan menemani kita dalam setiap perjalanan hidup dan juga setiap ‘kuk’ yang kita bawa di dunia ini. (Obor)
DOA: “Tuhan bantulah kami, supaya kami dapat membawa ‘kuk’ kami masing2.” Amin.
JANJI: “Aku ini lemah lembut dan rendah hati!”. - Mat 11: 29.
PUJIAN : MENELADAN GEREJA PERDANA. Kita tahu dari Sejarah Gereja PERDANA, berkat Kobah Petrus, di Hari Pentakosta. Banyak orang menerima Yesus. Mereka dibaptis. Lahirlah Gereja atau Jemaat yang beriman kepada Yesus Kristus. Gaya Kehidupan mereka terekam dalam Kisah Para Rasul. Mereka berkumpul membentuk persekutuan, biasa disebut ‘Koinonia’ Mereka menyelenggerakan Ibadat bersama dalam Perjamuan Kudus ‘Liturgia’. Mereka melaksanakan Perintah Kristus yakni Kasih akan sesama, yang berujud pelayanan atau Diakonia. Mereka meneruskan pewartaan para rasul, atau Mewartakan Kabar Gembira Kerugma. Dan terakhir mereka ‘bersaksi, bahwa diri mereka murid Kristus, dengan konsekuensi, dikejar, dianiaya dan dibunuh, dikenal dengan istilah ‘Marturia’. Gaya atau Corak Hidup, Jemaat Gereja Perdana : Koinonia, Liturgia, Kerugma, Diakonia dan Marturia (Persekutuan, ibadat, Pewartaan, Pelayanan, dan Kesakaian ).
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ