BERCERMIN PADA KELUARGA KUDUS

27 December 2020

Minggu, 27 Desember 2020 

Pesta Keluarga Kudus

Yesus-Maria-Yosef

Kejadian 15:1-6; 21:1-3

Mazmur 105:2-6, 8-9

Ibrani 11:8,11-12, 17-19

Lukas 2:22-40

 

“Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian kepada kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau?” --- Lukas 2:48

 

SUMBER BERITA sewaktu Yesus masih kecil sangat sedikit. Kita memperolehnya dari Matius hanya satu bab, yakni bab dua: datangnya para majus dari Timur, mengungsi ke Mesir, pembunuhan  anak-anak karena kemarahan Herodes dan kembali-Nya dari Mesir. Lukas memberi tambahan informasi lumayan. Ia tulis apa yang Bunda Maria catat dalam hati, yakni delapan hari sesudah kelahiran Yesus: di sunat, diberi nama, dipersembahkan ke Bait Suci, ketemu Simeon dan Hana yang meramalkan sesuatu baik tentang bayi Yesus maupun Ibu Maria. Peristiwa hilang-Nya Yesus di Bait Allah sewaktu berusia 12 tahun, Lukas menutupnya dengan catatan tentang Yesus “makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia” (Luk 2:52).

Sebagai orangtua Yahudi yang taat agama, tentu Maria dan Yusuf mendidik Yesus, sebagaimana orangtua  Yahudi mendidik anak-anak di zaman itu. Mendidik anak memang itu tugas ortu (Amsal 1:8) Sewaktu anak masih kecil pendidikan adalah tugas ibu, sesudah agak besar menjadi tugas bapak.  Dan Yusuf tentu mendidik Yesus bagaimana membawa diri di masyarakat  dan bagaimana mencari nafkah. Dalam hal agama, orang tualah yang bertanggumg jawab. Mereka harus menceritakan sejarah Israel kepada anak-anak (Ul 4:9; 32:7). Dalam Talmud tentang pendidikan anak-anak, dikatakan, “Pada usia lima tahun, anak siap mempelajari Kitab Suci; pada usia 10 tahun, siap untuk Mishnah (peraturan), pada usia 13 , untuk perintah-perintah, dan pada usia 15, untuk Talmud (tradisi)”.

Kalau demikian cara dan tahap Pendidikan anak-anak, kita tak heran kalau Yesus sewaktu hilang tertinggal di Bait Allah berani berdebat dengan para alim ulama, dan sewaktu sudah dewasa tampil di muka umum, Dia sanggup membantah dan meluruskan pandangan para kaum Farisi, imam dan ahli Taurat.

Tepatlah kalau dikatakan keluarga tempat tumbuh berkembangnya pengetahuan agama, hukum agama dan kepribadian. Yesus di masa kecil menerima semuanya dalam keluarga beriman di Nazaret, yang bercirikan doa dan kepatuhan pada hukum Allah. Dalam hidup di masyarakat umum jelas Yesus nampak fasih dalam Kitab Suci Ibrani - Taurat Musa, Kitab-kitab Nabi, dan Mazmur. Ini semua berkat pendidikan keluarga waktu kecil. Kita tahu pula Yesus bekerja sebagai tukang kayu seperti Yusuf dan Ia dikenal sebagai anak tukang kayu Mat 13:55; Mrk 6:3).

Keluarga Kudus tentu mengalami pahit manisnya hidup berkeluarga sebagaimana umumnya. Contohnya peristiwa sewaktu Yesus berusia 12 tahun, yang membuat orangtua cemas dan bingung. Bisa saja Maria dan Yusuf tidak nge-cek sebelum meninggalkan Yerusalem, cukup mengandalkan  pengandaiannya.

Keluarga katolik zaman modern tetap bisa bercermin pada Maria dan Yusuf dalam mendidik anak. Dengan perkembangan zaman lebih berat lagi orangtua sekarang dituntut memperkenalkan dan membiasakan anak-anak untuk berdoa, untuk akrab dengan Kitab Suci bukan hanya hanya sewaktu bulan September saja, merasakan dan mengalami kasih sayang agar anak juga dapat mencintai Allah dan sesama.

Apakah di dalam keluarga juga masih ada kebiasaan doa bersama, agar nanti kalau anak-anak dewasa dan berkeluarga bisa mewariskan kebiasaan baik serta nilai-nipai kristiani kepada anak cucu mereka. (SW)

 

DOA: Bapa berkatilah orangtua kami, kakak dan adik kami. Berkatilah semua keluarga-keluarga katolik, khususnya yang merasa tidak ada yang menyapa mereka.

JANJI: “Kembalilah Maria dan Yusuf Bersama kanak-kanak Yesus itu ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.” --- Lukas 2:40

PUJIAN: Ada kebiasaan saleh, sejauh memungkinkan, ulang tahun perkawinan keluarga, orangtua mengajak anak-nakanya ke gereja di mana orangtuanya dulu diberkati dan mengucapkan janji setia satu sama lain. Atau bapak ibunya memperlihat album foto pemberkatan dan pesta pernikahannya.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.