BERCERMINLAH

14 March 2022

Senin, 14 Maret 2022

Daniel 9:4b-10

Mazmur 79:8.9.11.13

Lukas 6:36-38


“…Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” --- Lukas 6:38


SETIAP HARI sebelum memulai kegiatan, kita memastikan apakah penampilan kita sudah pantas yaitu dengan melihat pakaian yang dipakai, tata rambut bahkan bagi wanita apakah make-up sudah dalam posisi yang sudah sesuai, dengan melihat kondisi tersebut dalam cermin. Cermin memantulkan gambar yang ada di depannya apa adanya. Jika tidak ada cermin, kita akan mencari obyek benda lain untuk melihat penampilan kita misalnya menggunakan foto selfie di handphone, menggunakan spion motor/mobil, bahkan menanyakan pendapat orang lain untuk memastikan penampilan sempurna.

Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita bahwa  kita murid-murid Tuhan perlu selalu ‘mawas diri’ atas kata dan perbuatan terhadap orang lain. Kita memeriksa diri   apakah yang kita lakukan memang mendatangkan kebaikan atau keburukan.

Selain  mawas diri, kita  bisa bercermin lewat kesan orang lain. Dan sesuai dengan kondisi zaman sekarang, di mana setiap orang dengan mudah memberikan komentar, kesan, bahkan kritikan kepada hal-hal yang dilihat dalam media sosial. Saran yang sifatnya membangun atau positif diberikan oleh kelompok followers dan komentar yang bersifatnya mencela atau negatif dikenal sebagai haters. Dampak komentar haters ini bisa mempengaruhi orang yang dikomentari dan bisa  menyakitkan hati. Orang yang menanggapi komentar dari haters , dapat dengan berdiam diri dan hati merasa sedih dan bisa membuuat trauma berkepanjangan. Tetapi ada juga yang marah hingga melaporkan haters ke polisi.

Komentar negative yang bisa  berdampak buruk,  tentu kita sebagai umat Tuhan menghindarinya. Kita sudah  menerima ajaran cinta kasih yang diberikan Yesus, sang Guru Agung yang menegaskan: “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum” (Luk 6:37). Kita perlu sadar bahwa diri kita belum tentu lebih baik daripada orang yang kita komentari negatif. Dan juga belum tentu kita lebih saleh daripada mereka. Bisa saja kita tidak memahami permasalahan yang sesungguhnya yang mereka hadapi, sampai orang yang kita komentari itu bersikap, berkata atau berperi-laku demikian ! (Indra Wahyu)

 

DOA: “Tuhan Yesus, ampunilah segala sikap dan perbuatan kami yang sering tidak mencerminkan sikap  kasih yang telah Engkau ajarkan kepada kami dengan menghakimi dengan komentar yang negatif.”

JANJI: “Kami telah berbuat dosa  dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu”  Daniel 9: 5

PUJIAN:  Setiap tanggal 14 Maret, Gereja memperingati kelahiran tokoh suci yaitu Pater Leo Yohanes Dehon, pendiri Kongregasi ‘Serikat Hati Yesus’ (SCJ). Walau pada masa mudanya, ia terpengaruh dengan gerakan anti Gereja, tetapi berkat doa Ibunya (Adele Belazamine), ia tetap setia kepada Gereja. Malahan setelah dewasa Leo masuk Seminari Santa Klara di Roma dan ditahbiskan sebagai Imam di Gereja Santo Yohanes Roma. Cita-citanya adalah mendirikan Kongregasi yang terinspirasi dengan spiritualitas para Suster-suster Hamba Hati Kudus Yesus yang sangat murah hati dalam karya-karya sosialnya. Tanggal 28 Juni 1878, Pater Leo berhasil mendirikan Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus (SCJ). Kasihnya kepada Kristus lewat pesan terakhir kepada pengikutnya, berbunyi  “Untuk Dia aku hidup dan untuk Dia aku mati”. Kongregasi Hati Yesus berkarya di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung, Sumatra Selatan dan di DKI.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.