BERHENTI BERPURA-PURA MULAILAH BERDOA

26 August 2021

Kamis, 26 Agustus 2021

1 Tesalonika 3:7-13

Mazmur 90:3-5, 12-14, 17

Matius 24:42-51


“Kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dalam kasih seorang terhadap yang lain.” 1 Tesalonika 3:12


BAIK SURAT Paulus kepada umat di Tesalonika dan bacaan Injil Matius, hari ini berakhir dengan ‘pengadilan akhir zaman’ dan semoga kita berjaga serta ‘kedapatan tak bercacad’. Baik kita ‘berjaga’ maupun ‘kedapatan tak bercacad’, mengingatkan kita bahwa di akhir zaman itu hidup orang ditimbang, mana yang lebih berat antara perbuatan baik atau perbuatan jahat’. Kalau yang lebih berat itu hidup dengan perbuatan baik, maka kita masuk surga, dan sebaliknya. Itu bukan ajaran kristiani.

Tanpa bantaun rahmat Tuhan kita tidak bisa hidup bermoral dengan baik, kita tidak bisa patuh pada hukum dan peraturan Allah. Keselamatan adalah karunia. Karunia diberikan kepada kita dan kita menyatakan janji kita mau patuh dan menjaga karunia itu dengan bantuan rahmatNya. Kita diminta tinggalkan usaha keras untuk hidup suci secara alami, tetapi kita perlu berdoa memohon bantuan-Nya. Kita mohon Tuhan agar berkenan “menguatkan hati” kita “supaya tak bercacad dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus…”(1 Tes 3: 13). Paulus bersyukur selalu kepada Allah, karena ia menyadari, dari kekuatan dan usaha sendiri, hal itu tak mungkin tercapai. Hanya karena kasih dan pemeliharaan Tuhan, ia dan kita bisa selamat. Oleh karenanya, Paulus merasakan perlunya berdoa, menimbang-nimbang dalam hati, mengasihi dan berpengaharapan dalam hidup ini agar bisa masuk ke dalam kasih Allah, yang mencari-cari kita. Karena kuat kuasa Allah-lah yang merubah kita sehingga kita dapat hidup selaras dengan kehendak-Nya. (SW)

DOA: “Ya Yesus, Guru semua hati, perbaharuilah selalu dalam diri kami, kasih akan sabda-Mu!”

JANJI: “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang!” Matius 24:42

PUJIAN: Dalam ‘Credo’ (Syahadat - pendek) – “Aku Percaya”, tentang akhir zaman disebutkan, “Aku percaya... Dari situ Ia (Yesus) akan datang mengadili orang hidup dan mati”. Sedang Syahadat – Panjang, tegaskan bahwa Yesus akan “kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati”. Kepercayaan kita akan Yesus yang akan datang kembali di akhir zaman untuk menjadi hakim mengadili kita semua, bersumber pada Injil Matius bab 24 dan 25, serta Injil Markus bab 13.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.