BERILAH PIPIMU YANG SATUNYA!
23 February 2020
SATU PERJAMUAN
FEBRUARI 2020
Minggu, 23 Februari 2020
Minggu Biasa VII
Imamat 19:1-2, 17-18
Mazmur 103:1-4, 8,10, 12-13
1 Korintus 3:16-23
Matius 5:38-48
“Tetapi Aku berkata kepadamu, ’Janganlah kamu melawan orang-orang yang berbuat jahat kepadamu!” — Matius 5:39
KEDENGARAN ANEH sabda Yesus ini. Kita diminta untuk tidak melawan orang. Kalau kita ditampar pipi kanan, kita disuruh memberi pipi kita yang kiri. Kalau kita mengikuti nasehat-Nya jangan-jangan kita mati terbunuh.
Tetapi apa yang disampaikan Yesus dalam ‘Kotbah di Bukit” itu bukanlah ‘nasehat’ tetapi ’perintah’. Bisa saja kita berandai-andai , ‘ah sabda Yesus itu sekedar simbol’ atau ‘bernada puisi’ saja . Tidak ! Yang Yesus maksudkan adalah ‘harafiah’! Benar, memang ada ajaran-Nya tidak bermaksud diartikan harafiah. Katakan saja, kalau Ia berkata, ‘cukil dan buanglah’ matamu, ‘penggal dan buanglah (tanganmu)... (Mat 5:29). Dari sini kita lalu bisa saja tergoda untuk mengandaikan apa yang disabdakan Yesus tidaklah harafiah.
Tetapi Yesus benar-benar mengatakannya secara harafiah sewaktu bersabda ‘berilah pipimu yang satu’, ‘berikanlah jubahmu dan ‘berjalanlah beberapa kilo meter lebih’, bahkan ‘sampai ke puncak Bukit Kalvari untuk disalibkan’ (Mat 5:39-41). Kalau kita menolak pemaknaan harafiah dari Kotbah di Bukit, kita juga harusnya menolak kalau kita diminta mengikuti Yesus yang tersalib.
Benar-benar secara harafiah-lah Yesus memanggil kita untuk berbalik 180 derajad, untuk memulai menghayati pola hidup yang radikal berbeda. Mengikuti Yesus bukanlah sekedar memodifikasi hidup duniawi kita, tetapi benar-benar suatu pola hidup yang baru yang harus kita jalani.
Apakah anda mau menjadi seorang kristiani selaras dengan apa yang diajarkan Yesus – tidak seperti orang-orang lain atau seperti anda inginkan, - tetapi sebagai mana Yesus kehendaki?
Terima dan sambutlah sang ‘Pengkotbah’ dan sambut serta terimalah juga ajaran-ajaran-Nya yang Ia kotbahkan di Bukit.
DOA: Ya Yesus, tak mungkinlah menghayati hidup sebagai seorang kristiani sejati tanpa bantuan rahmat-Mu. Curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam hidupku!
JANJI: “.... Hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah.” — 1 Korintus 3:19
PUJIAN: Kalau kita membaca riwayat hidup orang kudus Pelindung kita masing-masing, kita akan terkagum-kagum bagaimana mereka menerapkan ‘Kotbah di Bukit’ dari Yesus itu dalam hidupnya. Mereka dapat melakukan semua itu tiada lain berkat Kebangkitan Yesus dari alam maut dan mencurahkan Roh Kudus-Nya kepada mereka. Mereka-mereka menjadi saksi-saksi bagi kita semua.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ